Sabtu, 27 November 2010

..and the st0ry g0es..

kisah kita belum selesai...
karena kita masih ada dalam satu buku, walau berbeda halaman...

ingin rasanya aku minta "Penulis"-ku untuk memindahkanku ke buku lain, tapii aku tau "Penulis"-ku punya rencana kenapa kita berada dalam satu buku...

terima kasih kepada "Penulis"-ku karena telah menempatkan aku satu buku denganmu...karena aku bisa belajar banyak hal darimu...

beberapa hari yang lalu, aku menangis tersedu-sedu, mempertanyakan keberadaanku di matamu... aku bertanya-tanya, kemanakah kamu yang dulu sering menghiasi kehidupanku, sering mewarnai hari-hariku...memenuhi catatan buku harianku...everyday...every minutes...every time!!!

aku berdoa, minta supaya aku tidak mempertanyakan hal itu lagi, berdoa, supaya aku tidak lagi mengharapkan perhatianmu... berdoa, supaya aku bisa bersikap biasa lagi jika berhadapan denganmu...

biarlah kamu sekarang tidak lagi menghiasi hari-hariku... biarlah kamu sekarang sudah punya orang lain untuk berbagi hal dalam kehidupanmu... biarlah kamu sekarang sudah tidak pernah datang berkunjung lagi ke rumahku, bahkan untuk masuk bertamu saja kamu tidak mau lagi melakukannya ... betapa itu sangat sangat sangat membuat aku sakiiiitt... betapa hal itu membuat aku merasa aku sudah tidak lagi (bahkan tidak pernah) berarti lagi buatmu...

pernah aku mempersalahkan suatu benda yang akhirnya kau miliki sendiri, setelah sekian lama kita sharing berdua barang tersebut... karena kau berubah setelah barang itu ada, membuat kamu berubah terhadapku...

tapii betapa egoisnya aku, kalo hal itu terus2an aku lakukan, bahkan untuk berfikir seperti  itu saja, aku sudah berdosa, dan aku mau lebih taat kepada "Penulis"-ku dari pada taat pada diriku sendiri...

aku masih berproses, aku masih terus meminta pada-Nya untuk tidak lagi menginginkan perhatianmu, aku masih terus meminta untuk tidak lagi berpengharapan akan kasihmu, akan cerita-ceritamu, akan hangatnya sinar matamu, akan ramahnya senyumanmu... walau itu sungguh sangat suliit... bahkan aku harus berkali-kali menjatuhkan air mataku, untuk mengganti hal itu...

dan supaya akhirnya aku bisa menganggap, kamu adalah bagian dari kisah kehidupanku, kamu adalah anugerah dari Tuhan untuk membentuk aku menjadi semakin bergantung kepada-Nya...

tapii aku masih tetap meneteskan air mataku :')

Senin, 22 November 2010

...Hanya Tak Mau Memperlihatkan Airmataku...

Ini tentang aku…
Yang sempat sedih, kecewa, berfikir, tenggelam dan susah untuk bangkit
Kenapa ketika aku menyukai seseorang, dia tidak merespon?
Bahkan aku sempat merasa dia merespon, tapi responnya sungguh tidak alami, tidak natural, beda dengan responnya terhadap wanita yang lain…
Dan aku pun merasa sakit, merasa tersaingi, merasa tidak berarti, merasa ‘no one’
Dan berbagai pembenaran muncul, aku kan sudah lebih lama kenal.. aku kan lebih tahu dia… aku kan lebih tahu keluarganya… dia sering curhat sama aku…
Dan saat aku mengingatnya kembali, aku hanya tersenyum, bahkan tertawa, menertawakan kebodohanku selama ini…
Bukan!!! aku bukannya merasa menyesal, justru aku sangat bersyukur dan berterima kasih padanya, karena sudah mewarnai perjalanan kehidupanku selama beberapa tahun ini…
Yang aku sesalkan, aku tidak pernah punya waktu untuk menjadi temannya lagi, menjadi sahabatnya lagi, karena itu tadi…aku melakukan kebodohanku, pas aku tahu dia bersikap manis terhadap wanita lain, aku menjauhinya, mengambil jarak dengannya, bahkan tidak lagi ramah kepadanya, dan iyalah dia yang tidak tahu apa-apa mungkin hanya menganggap sikapku terlalu kekanak-kanakan dan dia pun mengikuti aturan mainku, padahal dari sikapku ini yang ku mau adalah dia datang menghampiriku dan meminta maaf padaku, hahaha =D sekali lagi… dan aku hanya tersenyum dan tertawa, menertawakan kebodohanku…

Sebenarnya gampang saja menyelesaikan semua ini, hanya… kembali ke dunia biasanya dan melakukan hal-hal seperti biasa, tapiii disinilah……kesulitan yang aku alami, mungkin secara teori aku jago, wiiiihhh… bahkan temanku pun yang konseling, langsung ‘kena’ dengan semua teori yang ku berikan, tapiii ternyata…memang PENGALAMAN ADALAH GURU PALING SEMPURNA,,,ketika aku dihadapkan dalam masalah yang sama, aku yang seharusnya jago di teori juga jago di praktek, tapii ternyata…aku lemah disini…

Untuk memulai sesuatu hal, aku sudah dihatui ketakutan2, kemungkinan2 yang akan terjadi, dan itu yang belum aku persiapkan, sehingga aku takut untuk memulai… dan konsekuensi terburuk itulah yang aku belum bisa terima.

Dan hanya diam, sendiri, mencari pelarian yang dapat ku lakukan, sampai akhirnya ada yang berontak dengan ulahku ini, mungkin aku baru mau bergerak…
Berontak? Iya! Karena akibat ‘aksi’-ku ini mungkin banyak pihak yang tidak bersalah (karena memang tidak ada yang bersalah) ikut kena getahnya…
Maaf, tapii aku butuh tempat, dimana kalian tidak melihat air mataku jatuh! Karena aku malu, malu akan kebodohanku… aku malu akan sikapku, aku malu sama kamu, kamu, kamu dan kamu, terlebih, aku malu sama Tuhanku, Dia yang sudah wanti-wanti dari awal, tentang akibatnya, tapi dengan cueknya aku bilang, “akh…pasti hepi ending deh” OMG… I’m not ready to face it!!!

“Ketika kurasakan sudah, ada ruang dihatiku, yang kau sentuh
Dan ketika, kusadari sudah, tak selalu indah cinta yang ada,
Mungkin memang ku yang harus mengerti
Bilaku bukan yang ingin kau miliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku

Adakah ku singgah dihatimu, Mungkinkah kau rindukan adaku
Adakah ku sedikit dihatimu?
Bilakah ku mengganggu harimu, mungkinkah kau inginkan adaku
Akankah ku sedikit dihatimu?
Bila memang ku yang harus mengerti,
Mengapa cintamu tak dapat kumiliki
Salahkah ku bila, Kaulah yang ada dihatiku?”

Ku hanya sekedar ingin tuk mengerti, adakah ku sedikit dihatimu?
Dan bilakah kau tahu, kaulah yang ada dihatiku…
MaliQ n D’essential – present

Minggu, 24 Oktober 2010

* PACARAN *

Pacaran bagi orang Kristen ditandai dengan:

1. Proses Peralihan dari "Subjective Love" ke "Objective Love."

"Subjective love" sebenarnya tidak berbeda daripada manipulative love yaitu "kasih dan pemberian yang diberikan untuk memanipulir orang yang menerima". Pemberian yang dipaksakan sesuai dengan kemauan dan tugas dari si pemberi dan tidak memperhitungkan akan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh si penerima. Sesuai dengan "sinful nature"nya setiap anak kecil telah belajar mengembangkan "subjective love". Dan "subjective love" ini tidak dapat menjadi dasar pernikahan. Pacaran adalah saat yang tepat untuk mematikan sinful nature tsb, dan mengubah kecenderungan "subjective love" menjadi "objective love". Yaitu memberi sesuai dengan apa yang baik yang betul-betul dibutuhkan si penerima.

2. Proses Peralihan dari "Envious Love" ke "Jealous Love."

"Envious" sering diterjemahkan sama dengan "jealous" yaitu cemburu. Padahal "envious" mempunyai pengertian yang berbeda. "Envious" adalah kecemburuan yang negatif yang ingin mengambil dan merebut apa yang tidak menjadi haknya. Sedangkan "jealous" adalah kecemburuan yang positif yang menuntut apa yang memang menjadi hak dan miliknya. Tidak heran, kalau Alkitab sering menyaksikan Allah sebagai Allah yang "jealous", yang cemburu (misal: 20:5). Israel milik-Nya umat tebusan-Nya. Kalau Israel menyembah berhala atau lebih mempercayai bangsa-bangsa kafir sebagai pelindungnya, Allah cemburu dan akan merebut Israel kembali kepada-Nya.

Begitu pula dengan pergaulan pemuda-pemudi. Pacaran muda-mudi Kristen harus ditandai dengan "jealous love". Mereka tidak boleh menuntut "sesuatu" yang bukan atau belum menjadi haknya (seperti: hubungan seksuil, wewenang mengatur kehidupannya, dsb). Tetapi mereka harus menuntut apa yang memang menjadi haknya, seperti kesempatan untuk dialog, pelayanan ibadah pada Allah dalam Tuhan Yesus, dsb.

3. Proses Peralihan dari "Romantic Love" ke "Real Love."

"Romantic love" adalah kasih yang tidak realistis, kasih dalam alam mimpi yang didasarkan pada pengertian yang keliru bahwa "kehidupan ini manis semata-mata". Muda-mudi yang berpacaran biasanya terjerat pada "romantic love". Mereka semata-mata menikmati hidup sepuas-puasnya tanpa coba mempertanyakan realitanya, misal:

* apakah kata-kata dan janji-janjinya dapat dipercaya?
* apakah dia memang orang yang begitu sabar, "caring", penuh tanggung jawab seperti yang selama ini ditampilkan?
* apakah realita hidup akan seperti ini terus (penuh cumbu-rayu, rekreasi, jalan-jalan, cari hiburan)?

Pacaran adalah persiapan pernikahan, oleh karena itu pacaran Kristen tidak mengenal "dimabuk cinta". Pacaran Kristen boleh dinikmati tetapi harus berpegang pada hal-hal yang realistis.

4. Proses Peralihan dari "Activity Center" ke "Dialog Center."

Pacaran dari orang-orang non-Kristen hampir selalu "activity- center". Isi dan pusat dari pacaran tidak lain daripada aktivitas (nonton, jalan-jalan, duduk berdampingan, cari tempat rekreasi, dsb.), sehingga pacaran 10 tahun pun tetap merupakan 2 pribadi yang saling tidak mengenal. Sedangkan pacaran orang-orang Kristen berbeda. Sekali lagi orang-orang Kristen juga boleh berekreasi dsb, tetapi "center"nya (isi dan pusatnya) bukan pada rekreasi itu sendiri, tapi pada dialog yaitu interaksi antara dua pribadi secara utuh (Martin Buber, "I and Thou", by Walter Kauffmann, Charles Scribner's Sons, NY: 1970), sehingga hasilnya suatu pengenalan yang benar dan mendalam.

5. Proses Peralihan dari "Sexual Oriented" ke "Personal Oriented."

Pacaran orang Kristen bukanlah saat untuk melatih dan melampiaskan kebutuhan seksuil. Orientasi dari kedua insan tsb, bukanlah pada hal-hal seksuil, tapi sekali lagi (seperti telah disebutkan dalam no. 4) pada pengenalan pribadi yang mendalam.

Jadi, masa pacaran tidak lain daripada masa persiapan pernikahan. Oleh karena itu pengenalan pribadi yang mendalam adalah "keharusan". Melalui dialog, kita akan mengenal beberapa hal yang sangat primer sebagai dasar pertimbangan apakah pacaran akan diteruskan atau putus sampai disini.

Beberapa hal yang primer tsb, antara lain:

a. Imannya.

Apakah sebagai orang Kristen dia betul-betul sudah dilahirkan kembali (Yoh 3:3), mempunyai rasa takut akan Tuhan (Amsal 1:7) lebih daripada ketakutannya pada manusia, sehingga di tempat- tempat yang tersembunyi dari mata manusia sekalipun ia tetap takut berbuat dosa. Apakah ia mempunyai kehausan akan kebenaran Allah dan menjunjung tinggi hal-hal rohani?

b. Kematangan Pribadinya.

Apakah ia dapat menyelesaikan konflik-konflik dalam hidupnya dengan cara yang baik? Dapat bergaul dan menghormati orang-orang tua? Apakah ia menghargai pendapat orang lain?

c. Temperamennya.

Apakah ia dapat menerima dan memberi kasih secara sehat? Dapat menempatkan diri dalam lingkungan yang baru bahkan sanggup membina komunikasi dengan mereka? Apakah emosinya cukup stabil?

d. Tanggung-jawabnya.

Apakah dia secara konsisten dapat menunjukkan tanggung-jawabnya, baik dalam studi, pekerjaan, uang, seks, dsb.?

Kegagalan dialog akan menutup kemungkinan mengenali hal-hal yang primer di atas. Dan pacaran 10 tahun sekalipun belum mempersiapkan mereka memasuki phase pernikahan.

Kegagalan dalam dialog biasanya ditandai dengan pemikiran- pemikiran:

1. Saya takut bertengkar dengan dia, takut menanyakan hal-hal yang dia tidak sukai.
2. Setiap kali bertemu kami selalu mencari acara keluar ... atau kami ingin selalu bercumbuan saja.
3. Saya rasa "dia akan meninggalkan saya" kalau saya menuntut kebenaran yang saya yakini. Saya takut ditinggalkan.
4. Saya tidak keberatan atas kebiasaannya, wataknya bahkan jalan pikirannya asalkan dia tetap mencintai saya, dsb.

- Komunitasmu -

Pelikan adalah burung penangkap ikan yang ulung. Tetapi di kota Monterey, California hal seperti ini tidak terjadi. Di kota ini, burung-burung pelikan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan ikan, karena banyak sekali pabrik-pabrik pengalengan ikan. Selama bertahun-tahun mereka berpesta dengan ikan-ikan yang berserakan. Tetapi hal yang menakutkan terjadi ketika ikan di sepanjang pesisir mulai habis, dan pabrik-pabrik pengalengan mulai tutup, burung-burung tersebut mengalami kesulitan. Karena sudah bertahun-tahun tidak menangkap ikan, mereka menjadi gemuk dan malas. Ikan-ikan yang dulu mereka dapatkan dengan mudah sudah tidak ada, sehingga satu persatu dari mereka mulai sekarat dan mati.

Para pencinta lingkungan hidup berusaha keras untuk menyelamatkan mereka. Berbagai cara dicoba untuk mencegah populasi burung ini agar tidak punah. Sampai suatu saat terpikirkan oleh mereka untuk mengimport burung-burung pelikan dari daerah lain, yaitu pelikan-pelikan yang berburu ikan setiap hari. Pelikan-pelikan tersebut lalu bergabung bersama pelikan-pelikan setempat. Hasilnya luar biasa. Pelikan-pelikan baru tersebut dengan segera berburu ikan dengan giatnya, perlahan-lahan pelikan-pelikan yang kelaparan tersebut tergerak untuk berburu ikan juga. Akhirnya pelikan-pelikan di daerah tersebut hidup dengan memburu ikan lagi.

Demikian halnya jika Anda ingin semakin maju, maka salah satu cara terbaik adalah dengan bergaul dengan orang-orang yang berprestasi yang bisa anda temui. Perhatikan cara mereka bekerja, lihat hidup mereka, pelajari cara berpikir mereka, lihat bagaimana mereka mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup mereka. Memang benar kita dapat belajar dari Tuhan langsung atau melalui pimpinan Roh Kudus, tapi kita juga harus terbuka ketika Tuhan menempatkan orang-orang terbaik yang bisa memacu hidup kita

Siapa komunitas kita sekarang ini, maka akan seperti itu jugalah kita, akan baik kaLo kita yang bisa merubah lingkungan kita dengan prinsip2 dasar keKristenan, tapi kaLo kita yang diubahkan oleh mereka??
Nah ayoo kita lihat2 siapa komunitas kita sekarang ni.. ^^

Rabu, 08 September 2010

'about Jelek

berawal saat Musang bulan Februari kemaren...

awalnya, aku sama sekali tidak mengenalmu, hanya sebatas tahu nama, tapi yang namanya sosokmu, kuliahmu, apalagi kepribadianmu, woow sama sekali tidak ada di benakku untuk mengetahuinya...bahkan aku menganggap kamu tidak ada...
sampai saat pulang, kita rame-rame makan bakso, di situ...mulailah, aku sadar, kalo kamu ada...mulailah kamu menyita perhatianku...tapi aku hanya anggap, perhatian sewajarnya...karena kamu lebih muda dari aku...

siapa sangka,malam itu juga, kamu pun meng-sms aku... menawarkan perkenalan...menawarkan sebuah curhatan yang awalnya aku anggap biasa...
dan aku pun waktu itu sedang marah dengan seseorang sehingga nyamanlah aku ngobrol dengan kamu...

well...lambat laun,aku ngerasa kamu menawarkan hal lain,,,

persekutuan bareng...*what a beautifull moment there are
jalan-jalan sore, menghabiskan bensin *maklum anak muda jaman sekarang*
menikmati sun set with a cup of ice cream... *uuuhhh you have promised me to repeat again that moment...>.<
jengukin teman yg habis kecelakaan *giginya patah, dan dengan ketengalan kita, kita malah sepakat kasih buah tangan es krim rasa pisang lagi...
nonton ogoh-ogoh bareng, dari ujung Denpasar, ke ujung Denpasar lainnya, cuma buat cari tempat yang enak buat nonton ogoh-ogoh, alhasil, berjalan sambil gandengan tangan *haiiissshhh, that a first time for me lho >.<* sampai kelaparan, kejebak macet, karena jalanan penuh dgn pawai ogoh-ogoh...
ke pantai liat bintang...
ke bukit bintang, merayakan ulang tahun kamu
bela-belain ke bukit, biar pas malam ulang tahun kamu, aku orang pertama yang kasih selamat,,,dan yg ada di deket kamu,,, hu hu ='(

dan moment yang terakhir...jalan kaki sepanjang pantai kuta, sebelum akhirnya kita nonton film...

benar benar terima kasih untuk semua itu.

walau...kemudian dengan tiba-tiba, kamu mulai menjauh, dan menghilang...

dan di antara pengembaraanmu itu, kamu blg kalo kamu kecewa sama aku, karena sesuatu hal...

dengan segenap kekuatan dan kemampuan aku berusaha menjelaskan duduk permasalahannya, namun kamu tak acuh...  minta maaf pun tak ada guna, kamu tak merespon, seolah kamu menutup semua telinga, mulut, mata, hati kamu buat aku...

okelah...aku trima...apapun  mau kamu, dengan membawa kenangan2 indah aku pun mendinginkan hatiku, dengan harapan suatu saat bisa ketemu muka langsung denganmu dan bisa dengan dingin kepala menjelaskan perihal masalah kesalahpahaman kita...


dan berita itu muncul, you have in relationship with someone who never I knew who is she...

benar-benar hancuuur hatikuuu

walaupun tak pernah sedikitpun kamu bilang secara langsung kalo kamu suka, sayang ma akuu, tapi biarlah semua kata-kata itu tercermin dari sikap kamu ke aku selama ini, dan aku tahu kamu memang sayang ma aku, tapi kamu takut atau apa untuk mengakuinya...

dan aku merasa kamu munafik...*maaf untuk sebutanku ini*

dengan hati yang panas, aku pun meremove kamu dari friend list di FB ku..

sampai akhirnya aku menyesalinya dan dikejar rasa bersalah ituuu

tidak seharusnya aku berbuat demikian, aku yang salah, karena aku pun tidak pernah menyatakan perasaanku yang sesungguhnya ke kamu... mungkin itu yang ngebuat kamu akirnya memilih untuk mencari tambatan hati yang lain... atau karena aku lebih tua dari kamu??


dengan segenap hati, jiwa, raga, kembali aku meminta kamu jadi temanku, dengan segudang permintaan maafku, dan segudang pengucapan terima kasihku akan kenangan-kenangan indah kita, akan kebersamaan kita selama ini, akan nilai kebenaran yang kamu ajarkan padaku, akan nilai hidup, akan apapun itu... terima kasih

dan sampai sekarang aku masih merindukan moment kita, Jelek!


Ingat kan, waktu itu kamu kebingungan dengan tugas kamu bikin piagam...aku senang bisa ngebantuin, dan lebih dari itu, seharian bersama kamu itu yang bikin aku senang, karena aku punya waktu untuk lebih kenal kamu secara dekat...


ingat gak, awal kita kenal, kamu kasih aku nama ilmiah... "Elica Prangaliensis", kamu bilang, awas kalo sampai dihapus, dan sampai sekarang, aku masih menyimpan fotonya...

ingat juga gak kamu ambil foto ini saat kita mau nonton pawai ogoh-ogoh?
dan sampai sekarang aku tetap berharap dan berdoa, semoga suatu saat nanti ada kesempatan untuk ketemu langsung, dan kita bisa ngobrol lagi kayak dulu, walaupun dalam keadaan status yang berbeda...karena dengan atau tanpa sadarku, aku memang sayang sama kamu... Jelek!


tapi mungkin memang, rasa sayang itu tidak berkesempatan untuk terbalaskan... dan kita tidak mau berjuang juga...

ya sudahlah, aku sudah merelakanmu, aku hanya tidak ingin kehilangan satu teman yang mengasyikan seperti kamu, Jelek!

Kampungkuu

Liat juduL di atas apa yg ada di benak anda saudara-saudara??

GUE ANAK KAMPUNG??

ha ha ha =D enak ajaa...

emang sih ane dari village, tapi mungkin gak kampungan, ho ho ho ^^ 

oke oke ni ane kasih tau apa aja yang tertera di KTP ane, nama : Ely Kristina Wulandari, Alamat : RT 03/ RW 04 desa Plumbon-Gambang, Kec. Gudo, Kab. Jombang
JOMBANG??? iya iya Jombang yang yang itu... *pasti mikir jeleknya* Jombang yang tempatnya Ryan si Pembunuh berdarah dingin (perasaan Jombang panasnya minta ampuun, kok bisa darahnya dingin yaa)... Jombang yang juga sekaligus asal dari Ponari Sweat si Bocah Ajaib *katanya* itu...

Tapi kota yang penuh dengan sejuta - bahkan lebih - kenangan indah di sana... ^^

Bapak-Ibu ku aseli Jombang... Ibu ku dari Jombang sebelah Utara, sedangkan Bapak ku dari Jombang sebelah Selatan... (yang mana sekarang menjadi rumah yang kami diami, itu adalah kampung halaman Bapak ku)

di kampungkuu, keluargaku adalah satu-satunya keluarga yang bergenre *halah apa sii sebuatannya yaa* - KRISTEN

gak percaya? ke sana aja ndiri, en buktikan! ha ha ha *tanpa bermaksud untuk mengundang ke rumah sii ^^ hi hi hi*

kampungku alias village-ku *halah* memang kampung yang dominan Muslim, tapi sangat sangat ku acungi jempol *bahkan kalo dianggap sopan, jempol kakipun dengan rela akan ku berikan* untuk masalah toleransi antar umat beragamanya (walaupun maksudnya antara agama Kristen dan Muslimnya) he he he (setahu ku tidak ada yang beragama lain soalnya).
Tiap Lebaran, kami (yg notabene tidak merayakan Lebaran) tetap ikut dalam kemeriahan Lebaran itu sendiri, untuk menghormati tetangga yang datang ke rumah, untuk bersilaturahmi tiap Lebaran, ibuk ku selalu menyiapkan cemilan kecil-kecilan di rumah, yang akiirnya menjadi suatu tradisi di rumah, Ibu pasti akan membuat kue juga waktu Lebaran... lucu kan? ^^

begitu juga sebaliknya, saat Natal tiba, walaupun tetangga jarang datang ke rumah sii waktu Natal =(  tapii ada juga kok yang datang *seingatkuu* dan mengucapkan selamat Natal... 

(dan ibu ku sekali lagi pasti akan menyiapkan makanan-makanan, kue-kue kecil...)


dan hasilnya... seolah kami punya 2 kali masa dimana kami harus berbagi dengan tetangga... yaitu pas LEBARAN dan pas NATAL, he he he ^^ 


dan karena dari kecil aku hidup di kampung ini,,,so dari kecil pula aku sudah terbiasa mendengar yang namanya azdan mulai subuh mpe ishak, dan sedikit banyak hapal pelafalannya *tanpa mengerti artinya* he he he ^^


tentang orang-orangnya... wiii macem-macem, mulai dari yang pejabat teras agak ke belakang dikit, pejabat emper lah... he he he *tidak bermaksud menghina* peace ^^v
PNS dengan bermacam ragamnya, ada yang guru dengan pangkat Kepala Sekolah, guru yang pangkat golongan paling tinggi *maaf saya tidak tahu golongan berapa itu - memalukan -_-"* pegawai pemerintah, dinas dinas, militer, pegawai kantoran biasa, buruh pabrik, petani musiman, petani tidak musiman, tukang becak, wirausaha (penjahit, dagang bahan rumah tangga), makelar *makelar apa saja* sampai yang gak kerja pun ada, hi hi hi


indaaahhhh bukan, penuh warna...
hanya karena aku kurang bisa menikmatinya semasa ada kesempatan itu, sekarang kau tau kawan, betapa akuu merindukannya...
ngobrol dengan tetangga dengan bahasa Jawa Krama yang alus, nongkrongin tukang sayur tiap pagi, padahal yang pengen di beli bukan sayurnya, tapi jajannya, kangen kalo ada tetangga yang numpang liat tipi di rumah, trus pengen nonton sinetron Tersanjung *waktu itu* dan ngedumel gak jelas, kritikin si tokoh antagonisnya...he he he =)
kangen dengan nasi pecel ala kampung Pumbon, yg harganya cuma 1500 dengan lauk gak ada, cuma nasi, sambal pecel, dan sayurannya, pake kuah lodeh dgn isi tahu, trus dengan peyeek yang melimpah, wuuuuuiiiiihhhh nikmatnya melebihi nasi pecel di Denpasar ini...




huaaaa  >.< ibuuuukkkkk pengeeen pulaaaangggg.....


kampung halamankuu nan permai, masihkah engkau seperti kenangan terakhir yang ada di pikiranku??? I Hope So.

A Story With TooyuL Marbun

Pertama ketemu...
Ku pikir dia orang yang judeees bgt...
(emg iya siii)
@ gada 4...
seorang kakak, sodara, mamak (hahaha =D) YULIANA MARBUN
yuliana marbun.red

gak di Gada, gak di Pastem, gak di Mandalasari...

berburu lipan, tikus,,,
ngegosipin nenek nenek depan kost Gada
(sekarang udah meninggal beliaunya...)

kisah yang menarik...pernah suatu kali dirikuu mendiamkan dirinyaa berhari-hari...

sampai hari ke berapa gitu...dia kirim wall...masih jaman friendster critanya...
"Kenapa lw diemin gw?" 
balesan gw "ha ha ha ha ha kena deh lw!! permisi ada kamera di sebelah sana...sana...dan sana... dan anda sekarang sedang masuk dalam acara "Kena Lw!"...

di rumah...
dikonyekin (halah bahasa apa ini) dah gw, habis gw dijitakin ma dia...

Pastem!!!

posisi : sama-sama duit habis, sama-sama persediaan sabun habis, odol habis...
(waktu ini, kami tinggal di rumah kontrakan dgn teman lainnya)

tapi diem-diem, kami masih bisa mandi wangiii, masiiih bisa keramaaas tiap hari.. masih bisa gosok gigi, pagi malam...
iseng-iseng gw tanya : "tuyul...kita bicara jujur2an aja ni yaaa...kan perlengkapan mandi kita udah sama-sama habis ni... lw juga pake perlengkapan punya J yaaa??"
"ha ha ha cumie lw... tau aja, berarti kita samaan pake punya dia ya..."
ha ha ha ha =D
"dan lw tau, pas mau pake, gw ati-ati bangeet... gw liatin tuh ordinat posisi tuh botol, biar tar abis make, gw balikin ke posisi semula, biar yg punya kagak curigasoong.. ha ha ha"
"akhhh bener bgeeeettttt tuuuh... gw juga gitu... " ha ha ha ha
*semoga si empunya benda2 itu memaafkan kami jika membaca blog ini ^^,

dan masih banyak kejadian lucu, haru, bersama...

berburu lipan, lomba kentut, saling nyolot, tukeran baju, pinjem2an duit, itung2an hutang, gosipin orang, ngobrolin hal yang gak penting...(ini yg paliing seriiiing siiih   -_-")

en our last homestay...
MANDALASARI!!!

kurang dari 12 bulan, di sana...

dan pergilah kau...melanjutkan mimpi-mimpimuu...

   


gonna miss you sist'...  =')

Goes To Bogor

Horeee akiirrnya bisa maen agak jauhan dikit, ke luar kota lagi... (maksudnya kota Bali. Lha? Bali bukannya provinsi ya?? ya ya ya... seterah dah ...)

BOGOR!!!

naek pesawat puLa... my first flight ha ha ha ha (agak norak emang, lha emg selama ini, mau naek pesawat kemana juga...kampung halaman juga deket ini ma pulau Dewata)

Hari - H ...

"Pay pokoknya lw mesti kasih tau gue gimana caranya check in ampe naek pesawatnya..."
"iyee tenang aja kak!"

Bandara Ngurah Rai
"jadi kak, lw tunjukin dulu tiket pesawat lw ke security yg di sono noh... trus lw masuk, ikutin aja noh org2 yg masuk situ, trus tar barang2 lw di check gitu, termasuk HP lw, taroh di keranjang gitu.. yaa pokoknya ikutin aja apa yg disuruh petugasnya..."
"gw mesti bayar airport tax disitu ya? trus abis gitu??..." tanya gw dengan muka memelas, sambil ngegelendot di tangannya Mpay
"kagak, tar bayarnya di atas"
"ha? diatas? ngapain diatas?"
"emg naekpesawatnya dari atas mbakyu.....trus lw masuk ajaaa... tar di sana ada banyak counter2 maskapai, lw cari dah yg maskapai penerbangan lw, apa maskapainya? CityLink ya? cari aja yg Garuda punya, itu manajemennya jadi satu ama Garuda kan?...

"Trus tunjukin tiket lw, lw dapet dah nomor kursi... naek ke atas, bayar airport tax tunggu dah di ruang tunggu"

"oke deh...tar gw sms aja, kalo gw bingung"

"da dah... ati ati"

dan berjalanlah saya, melewati Security, Aman!
Check Barang, Aman!
Cari counter maskapai?? hmmm mana ya? ni ruangan gede amat, mana mata minus, yg keliatan Lion, Batavia, Air Asia, akhhh kayak org susah...
"Pak, citylink dimana  ya??"  "owh di sana mbak"
Oke Aman!

Naeklah ke atas, wah ada yg antri nih, pasti ini yg namanya bayar Airport Tax...
Rp 30.000 nok!
"ini pak" kasih duit 50.000 - "tiketnya dulu.." pake logat Bali kental, yg pengucapan "T"-nya khas org Bali... (tidak bisa diungkapkan dgn huruf)

oke...Gate 18, di sini, trus kemana ni gw, akh duduk dulu aja...
texting "pay, ni gw udah di depan Gate keberangkatan pesawat gw, trus gak boleh ya masuk duluan tungggu di dalam pesawatnya?"
balesan " yaa kagak bolehlah, tunggu nomor penerbangan lw di panggil, baru dah masuk"

Oke, tunggu tunggu tunggu
tunggu tunggu tunggu, dan tunggu

akiiirnya....
"KEPADA PENUMPANG CITYLING PENERBANGAN (berapa yaa - lupa) DIPERSILAHKAN MASUK KE KABIN PESAWAT MELALUI GERBANG 18"

oke baiklah,,,akh itu pintunya... tapi kok ada duajalur, yg satu ada petugasnya (macam tukang sobek karcis di Bioskop), satu lagi, gak ada petugas sobek tiket, tapi ada org di belakang komputer entah ngapain...jalan dengan santai...ikutin aja org depan, susah amat...

tiba2 ada mbak mbak (karena di Bali, berarti Mbok Mbok) " cityLink di sini... City Link disini..." pas di depan gw, dan nunjuk jalur yg melewati mas-mas Komputer (udah di jelasin di atas)... gw berfikirrrr itu maksudnya biar antrinya gak panjang, di bagi jadi dua jalur...

berjalanlah dirikuuu yg kece ini mendekati mas-mas belakang komputer dan dengan PEDEnya nunjukin ni tiket yg udah ada stikernya...(hahaha =D )

si mas "sebelah sana ya..." nunjuk jalur yg satunya (yg ada mas tukang sobek tiket)

bersamaan dengan kejadian itu, ibu-ibu yg antri di belakang gw tadi treeeaaaakkkk...
"mbak mbak... antri mbak... antri mbaaak..."

ooooohhhhhh nooooo (-___________-")

sialan! kata kuu dalam hati...

dengan menahan maluuuu yg amat sangat, berjalanlah dirikuuu yg udah susah susah tanya sana-sini biar gak keliatan kuper en katrok di bandara, ke antrian paliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing belakang...

biarin dah masuk terakhir... maluuu gw!!!

Senin, 06 September 2010

3 Idiots dan implikasi bagi saya

tau film 3 idiots??
film India dgn durasi 3 jam itu? yg bergenre : apa yaaa Drama Komedi mungkin.

mengisahkan 3 orang sahabat yang berada dalam lingkungan kampus teknik yang sistem pendidikannya masih "Machine System"
semua mahasiswa berlomba-lomba menjadi yang pertama,,,persaingan ketat, tanpa tau menuntut ilmu bukan di situ kenikmatannya...
dalam sebuah kelas yang ditayangkan dalam adegan film tsb : seorang dosen (profesor) sedang menjelaskan tentang mesin, dan bertanya kepada salah seorang mahasiswanya "apa itu mesin?", seorang mahasiswa yang dia minta menjawab pun menjawab "mesin adalah alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, misalnya, alat yg digunakan untuk menghitung angka sampai berjuta-juta - KALKULATOR, itu mesin, saat kita panas, tekan tombol - KIPAS ANGIN, mesin juga, bahkan semua yang ada di sekeliling kita adalah mesin, sampai resleting celana juga (sambil menaik turunkan resleting celananya - up down up down -)

dengan kesal profesor ini : "lalu anda akan menulis begitu di kertas ujian, mesin adalah up down up down - sambil menaik turunkan resleting celananya)
adakah di kelas ini yang tidak idiot seperti anak ini, ada yang bisa jawab apa itu mesin?

seorang mhs angkat tangan dan menjawab " mesin adalah bla bla bla bla (maaf tidak ingat)" yg menyadur persis kata, kalimat, sampai titik koma dari sebuah buku

profesor pun memberikan pujian terhadap jawabannya. Mahasiswa yang dianggap idiot tadi, (mhs pertama) bilang, " pak saya tadi juga mengatakan hal yang sama, hanya dgn bhs yang sedikit sederhana"
Profesor : "jika ingin menjelaskan dengan bhs sederhana, kuliah aja di sastra, atau seni, jgn kuliah teknik, waktu ujian saya butuh jawaban seperti yang di buku..."

>>apakah ada yang merasa sekarang pendidikan seperti itu??? mungkin tidak semua siiihhh, oke kita juga gak bisa terus menerus menyalahkan sistem pendidikan yang sekarang ini... ya kan? tapi coba deh liat, masih banyaaak kan emg yang masih menerapkan sistem seperti itu? tidak ada penemuan baru dalam ilmu pengetahuan, semua hanya mengejar nilai, dan selembar ijazah. sebab kalo tidak ada itu, tidak ada perusahaan yang mau terima kita buat memperkerjakan kita, tidak akan ada seorang ayah (khususnya untuk laki-laki) yang rela memberikan anak gadisnya untuk di pinang.

but, guys, mari kita robah sekarang, bukan itu tujuan kita belajar, bukan itu tujuan utama dari pendidikan, belajar adalah proses, tahap kita mengenal sesuatu yg baru yang sebelumnya belum pernah kita dapetin.

saya sempet sedih pas ujian udah mulai deket, temen2 pada ribut yang namanya bikin contekan, pinjem catetan sana-sini *bagi org yg catetannya kurang lengkap* kemudian fotocopi diperkecil, dan saat ujian berlangsung, waktu sebuah pertanyaan muncul, ditulislah jawaban yang sesuai dgn catatan. satu kelas sama, tanpa kurang titik koma, dalam hati, apa mereka tidak bisa kreatif dikit dgn menyimpulkan apa yg sudah di baca (disini sya bukan menekankan betapa tidak baiknya mencotek, memang itu tidak baik, tapi baik kita melihat dari sisi yang lain) setidaknya mereka saat membaca pun mendapatkan sesuatu bukan, dgn bisa menyimpulkan saja itu sudah hasil yg bagus, setidaknya ada sesuatu hal baru yang dia dapat

misalnya saya menjawab satu pertanyaan yang membutuhkan analisa saya, kemudian teman saya minta jawaban saya, sebenarnya saya ragu memebrikan kertas jawaban saya (maaf sekali lagi kita sedang tidak melihatnya dari kacamata soal mencontek atau tidaknya yaa... tunggu dulu). akhirnya saya kasih kertas jawaban saya dgn bilang ke dia "baca baik2 jawaban saya, temukan pokok pikirannya, bikin kalimatmu sendiri" toh emg jawaban sebenarnya cuma 1 pokok pikiran saja, hanya kita diminta menjawab dari berbagai sudut pandang saja. dan yang terjadi, teman saya memfotocopi jawaban saya, benar tanpa kurang titik koma. kita putar balik waktunya, jika teman saya benar membaca jawaban saya dan menemukan pokok pikiran dari jawaban saya, akhirnya pertanyaan yang tadinya dia tidak tau jawabannya, dia jadi tau (see dia akhirnya dapat ilmu baru kan) efeknya, dia pasti akan membuat jawabannya sendiri dengan menggunakan sudut pandangnya sendiri (satu ilmu dapat, dia pun tidak bisa dikatakan mencontek) menurut saya

well bagaimana dgn kamu, seperti apa pendidikan di tempatmu belajar sekarang??

kembali ke cerita tadi, akhirnya si mahasiswa yang dianggap ngeledek profesor tersebut di minta keluar dari kelasnya, okelah keluarlah dia, tapi belum sampai pintu dia kembali lagi. saat ditanya kenapa kamu kembali dia menjawab "ada yang ketinggalan prof" "apa itu" "instrumen yang bisa merekam, mencatat, bla bla bla bla bla panjang bgt.... entah apa kaden"  sang profesor dan seisi kelas pun terbengong-bengong dgn jawaban dia.

"maksud anda apa?"  tanya profesor

"buku pak, saya ketinggalan buku saya"
dan seisi kelas tertawa

"kenapa kau tidak mengatakan dgn cara yg sederhana?"  kata profesor

"pak saya tadi mencoba melakukan hal tersebut, tapi sepertinya anda tidak menyukai hal itu"

dan seisi kelaspun tertawa terbahak bahak.
dan dikeluarkan lah dia dari kelas.

Langkah Awal yang Sulit Dilakukan

kami mulai deket

smspun makin intens (sering.red)

trus krn gak pengen ngulang kisah yang sama kayk sebelumnya, bertanyalah aku dgn segenap hati, dgn semangat 45 yang kemudian ku tahu, aku nyeselll =(

"kamu mau kita saling mendoakan?"

dgn jawabannya yg akupun  udah bisa tebak " MAU"

sekarang setelah beberapa minggu, aku mulai gak minat dgn dia, dia hanya aku anggap teman, tidak bisa lebih, karena memang sudah ada yg ambil hatiku, ampe jantungku, ampe lambungku, ampe organ-organ tubuhku lainnya juga (lebaiii gak siiih)

tapiii masalah baru muncul, "AKU GAK BERANI BILANG KE DIA, UNTUK MENGAKHIRI SEMUA INI"

iya iya tau... aku gak bisa terus menerus lari dari dia, ngindarin dia (bahkan tadi malem, pas dia telepon, dgn santainya aku bilang, aku lagi diskusi ama anak2 - preeeet... diskusi dari hongkong) maaph yaaa...

aku hanya belum mampu merangkai kata untuk bilang "CUKUPLAH SAMPAI DISINI KITA SALING MENDOAKAN, MAAF, AKU HANYA ANGGAP KAMU TEMAN"

gampang kan keliatannya??

sulitnya adalah : MENERIMA RESIKO SELANJUTNYA!!

well mari kita list, kemungkinan apa yang akan terjadi

pertama : "yaaa aku juga ngerasain hal yg sama, okelah,  kita berhenti saling mendoakan, trus kita jadi temen kayak dulu lagi" dan tetap berteman, aku tersenyum gembira

kedua : "sebenernya aku udah ngira kamu bakal bilang ini ke aku, mau gimana lagi kamu udah gak mau berjuang lagi yaa udah aku lepais kamu lah... ini permuntaan kamu, kamu yang bla bla kamu yang bla bla bla bla... " tetap berteman akhirnya, tapi menyisakan segudang rasa bersalah dalam diri kuuuu hu hu hu =(  pertemanannya tar dikit dikit di sindir, kamu yg minta kan waktu itu....    gggrrrrrrr >.<

ketiga : "ya udah kalo itu mau kamu, tapi ini menyakitkanku, aku gak bisa dulu ketemu kamu" dan dia menghilang... wuuuusssssssshhhhhh.... kayak ditiup angin... gak nongol di persekutuan, maupun di latihan paduan suara... semakin menambah rasa bersalahkuuuu

halooooo kiat cuma saling mendoakan ya... belum pacaran!


hadeeewwww (-__________________-") aku semakin bingung harus mulai dari mana...

maaph yak kalo sikapku udah keterlaluan akiir akiir ini *apaa coba penulisan akhir-nya itu lho*

Minggu, 05 September 2010

dunia baru yang ingin muncul ke permukaan

akuuu nuuliiiis....
what the heal is this??

well, walopun statusnya mahasiswi hukum, tapi nulis boleh to...

cuma agak bingung sih, sebenarnya apa yaa tujuanku buat ni blog?

coz aku emg suka nulis, tapii buat siapa aku nulis??

ap mungkin tujuanku nulis sebuah tulisan adalah untuk diketahui seseorang  yg secara tak sadar pengen baca tulisanku ini, dan pas dia baca, trus dia jadi tersentuh dgn tulisanku ini??
well...jawabannya MUNGKIN!!

hati manusia sapa yang tau, bahkan hatiku sendiri aku pun gak tau apa isinya...

sebuah inspirasi dari seorang teman...

tentang menulis.

kamu hanya butuh media untuk menyalurkan apa yang ada dalam otakmu, hatimu,  yang sulit kamu ungkapkan melauli organ tubuh yang disebut Mulut!

semoga bermanfaat apa yang menjadi tulisan ini, dan tulisan lainnya..