Ini tentang aku…
Yang sempat sedih, kecewa, berfikir, tenggelam dan susah untuk bangkit
Kenapa ketika aku menyukai seseorang, dia tidak merespon?
Bahkan aku sempat merasa dia merespon, tapi responnya sungguh tidak alami, tidak natural, beda dengan responnya terhadap wanita yang lain…
Dan aku pun merasa sakit, merasa tersaingi, merasa tidak berarti, merasa ‘no one’
Dan berbagai pembenaran muncul, aku kan sudah lebih lama kenal.. aku kan lebih tahu dia… aku kan lebih tahu keluarganya… dia sering curhat sama aku…
Dan saat aku mengingatnya kembali, aku hanya tersenyum, bahkan tertawa, menertawakan kebodohanku selama ini…
Bukan!!! aku bukannya merasa menyesal, justru aku sangat bersyukur dan berterima kasih padanya, karena sudah mewarnai perjalanan kehidupanku selama beberapa tahun ini…
Yang aku sesalkan, aku tidak pernah punya waktu untuk menjadi temannya lagi, menjadi sahabatnya lagi, karena itu tadi…aku melakukan kebodohanku, pas aku tahu dia bersikap manis terhadap wanita lain, aku menjauhinya, mengambil jarak dengannya, bahkan tidak lagi ramah kepadanya, dan iyalah dia yang tidak tahu apa-apa mungkin hanya menganggap sikapku terlalu kekanak-kanakan dan dia pun mengikuti aturan mainku, padahal dari sikapku ini yang ku mau adalah dia datang menghampiriku dan meminta maaf padaku, hahaha =D sekali lagi… dan aku hanya tersenyum dan tertawa, menertawakan kebodohanku…
Sebenarnya gampang saja menyelesaikan semua ini, hanya… kembali ke dunia biasanya dan melakukan hal-hal seperti biasa, tapiii disinilah……kesulitan yang aku alami, mungkin secara teori aku jago, wiiiihhh… bahkan temanku pun yang konseling, langsung ‘kena’ dengan semua teori yang ku berikan, tapiii ternyata…memang PENGALAMAN ADALAH GURU PALING SEMPURNA,,,ketika aku dihadapkan dalam masalah yang sama, aku yang seharusnya jago di teori juga jago di praktek, tapii ternyata…aku lemah disini…
Untuk memulai sesuatu hal, aku sudah dihatui ketakutan2, kemungkinan2 yang akan terjadi, dan itu yang belum aku persiapkan, sehingga aku takut untuk memulai… dan konsekuensi terburuk itulah yang aku belum bisa terima.
Dan hanya diam, sendiri, mencari pelarian yang dapat ku lakukan, sampai akhirnya ada yang berontak dengan ulahku ini, mungkin aku baru mau bergerak…
Berontak? Iya! Karena akibat ‘aksi’-ku ini mungkin banyak pihak yang tidak bersalah (karena memang tidak ada yang bersalah) ikut kena getahnya…
Maaf, tapii aku butuh tempat, dimana kalian tidak melihat air mataku jatuh! Karena aku malu, malu akan kebodohanku… aku malu akan sikapku, aku malu sama kamu, kamu, kamu dan kamu, terlebih, aku malu sama Tuhanku, Dia yang sudah wanti-wanti dari awal, tentang akibatnya, tapi dengan cueknya aku bilang, “akh…pasti hepi ending deh” OMG… I’m not ready to face it!!!
“Ketika kurasakan sudah, ada ruang dihatiku, yang kau sentuh
Dan ketika, kusadari sudah, tak selalu indah cinta yang ada,
Mungkin memang ku yang harus mengerti
Bilaku bukan yang ingin kau miliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada di hatiku
Adakah ku singgah dihatimu, Mungkinkah kau rindukan adaku
Adakah ku sedikit dihatimu?
Bilakah ku mengganggu harimu, mungkinkah kau inginkan adaku
Akankah ku sedikit dihatimu?
Bila memang ku yang harus mengerti,
Mengapa cintamu tak dapat kumiliki
Salahkah ku bila, Kaulah yang ada dihatiku?”
Ku hanya sekedar ingin tuk mengerti, adakah ku sedikit dihatimu?
Dan bilakah kau tahu, kaulah yang ada dihatiku…
MaliQ n D’essential – present
Tidak ada komentar:
Posting Komentar