berawal saat Musang bulan Februari kemaren...
awalnya, aku sama sekali tidak mengenalmu, hanya sebatas tahu nama, tapi yang namanya sosokmu, kuliahmu, apalagi kepribadianmu, woow sama sekali tidak ada di benakku untuk mengetahuinya...bahkan aku menganggap kamu tidak ada...
sampai saat pulang, kita rame-rame makan bakso, di situ...mulailah, aku sadar, kalo kamu ada...mulailah kamu menyita perhatianku...tapi aku hanya anggap, perhatian sewajarnya...karena kamu lebih muda dari aku...
siapa sangka,malam itu juga, kamu pun meng-sms aku... menawarkan perkenalan...menawarkan sebuah curhatan yang awalnya aku anggap biasa...
dan aku pun waktu itu sedang marah dengan seseorang sehingga nyamanlah aku ngobrol dengan kamu...
well...lambat laun,aku ngerasa kamu menawarkan hal lain,,,
persekutuan bareng...*what a beautifull moment there are
jalan-jalan sore, menghabiskan bensin *maklum anak muda jaman sekarang*
menikmati sun set with a cup of ice cream... *uuuhhh you have promised me to repeat again that moment...>.<
jengukin teman yg habis kecelakaan *giginya patah, dan dengan ketengalan kita, kita malah sepakat kasih buah tangan es krim rasa pisang lagi...
nonton ogoh-ogoh bareng, dari ujung Denpasar, ke ujung Denpasar lainnya, cuma buat cari tempat yang enak buat nonton ogoh-ogoh, alhasil, berjalan sambil gandengan tangan *haiiissshhh, that a first time for me lho >.<* sampai kelaparan, kejebak macet, karena jalanan penuh dgn pawai ogoh-ogoh...
ke pantai liat bintang...
ke bukit bintang, merayakan ulang tahun kamu
bela-belain ke bukit, biar pas malam ulang tahun kamu, aku orang pertama yang kasih selamat,,,dan yg ada di deket kamu,,, hu hu ='(
dan moment yang terakhir...jalan kaki sepanjang pantai kuta, sebelum akhirnya kita nonton film...
benar benar terima kasih untuk semua itu.
walau...kemudian dengan tiba-tiba, kamu mulai menjauh, dan menghilang...
dan di antara pengembaraanmu itu, kamu blg kalo kamu kecewa sama aku, karena sesuatu hal...
dengan segenap kekuatan dan kemampuan aku berusaha menjelaskan duduk permasalahannya, namun kamu tak acuh... minta maaf pun tak ada guna, kamu tak merespon, seolah kamu menutup semua telinga, mulut, mata, hati kamu buat aku...
okelah...aku trima...apapun mau kamu, dengan membawa kenangan2 indah aku pun mendinginkan hatiku, dengan harapan suatu saat bisa ketemu muka langsung denganmu dan bisa dengan dingin kepala menjelaskan perihal masalah kesalahpahaman kita...
dan berita itu muncul, you have in relationship with someone who never I knew who is she...
benar-benar hancuuur hatikuuu
walaupun tak pernah sedikitpun kamu bilang secara langsung kalo kamu suka, sayang ma akuu, tapi biarlah semua kata-kata itu tercermin dari sikap kamu ke aku selama ini, dan aku tahu kamu memang sayang ma aku, tapi kamu takut atau apa untuk mengakuinya...
dan aku merasa kamu munafik...*maaf untuk sebutanku ini*
dengan hati yang panas, aku pun meremove kamu dari friend list di FB ku..
sampai akhirnya aku menyesalinya dan dikejar rasa bersalah ituuu
tidak seharusnya aku berbuat demikian, aku yang salah, karena aku pun tidak pernah menyatakan perasaanku yang sesungguhnya ke kamu... mungkin itu yang ngebuat kamu akirnya memilih untuk mencari tambatan hati yang lain... atau karena aku lebih tua dari kamu??
dengan segenap hati, jiwa, raga, kembali aku meminta kamu jadi temanku, dengan segudang permintaan maafku, dan segudang pengucapan terima kasihku akan kenangan-kenangan indah kita, akan kebersamaan kita selama ini, akan nilai kebenaran yang kamu ajarkan padaku, akan nilai hidup, akan apapun itu... terima kasih
dan sampai sekarang aku masih merindukan moment kita, Jelek!
Ingat kan, waktu itu kamu kebingungan dengan tugas kamu bikin piagam...aku senang bisa ngebantuin, dan lebih dari itu, seharian bersama kamu itu yang bikin aku senang, karena aku punya waktu untuk lebih kenal kamu secara dekat...
ingat gak, awal kita kenal, kamu kasih aku nama ilmiah... "Elica Prangaliensis", kamu bilang, awas kalo sampai dihapus, dan sampai sekarang, aku masih menyimpan fotonya...
ingat juga gak kamu ambil foto ini saat kita mau nonton pawai ogoh-ogoh?
dan sampai sekarang aku tetap berharap dan berdoa, semoga suatu saat nanti ada kesempatan untuk ketemu langsung, dan kita bisa ngobrol lagi kayak dulu, walaupun dalam keadaan status yang berbeda...karena dengan atau tanpa sadarku, aku memang sayang sama kamu... Jelek!
tapi mungkin memang, rasa sayang itu tidak berkesempatan untuk terbalaskan... dan kita tidak mau berjuang juga...
ya sudahlah, aku sudah merelakanmu, aku hanya tidak ingin kehilangan satu teman yang mengasyikan seperti kamu, Jelek!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar