tau film 3 idiots??
film India dgn durasi 3 jam itu? yg bergenre : apa yaaa Drama Komedi mungkin.
mengisahkan 3 orang sahabat yang berada dalam lingkungan kampus teknik yang sistem pendidikannya masih "Machine System"
semua mahasiswa berlomba-lomba menjadi yang pertama,,,persaingan ketat, tanpa tau menuntut ilmu bukan di situ kenikmatannya...
dalam sebuah kelas yang ditayangkan dalam adegan film tsb : seorang dosen (profesor) sedang menjelaskan tentang mesin, dan bertanya kepada salah seorang mahasiswanya "apa itu mesin?", seorang mahasiswa yang dia minta menjawab pun menjawab "mesin adalah alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, misalnya, alat yg digunakan untuk menghitung angka sampai berjuta-juta - KALKULATOR, itu mesin, saat kita panas, tekan tombol - KIPAS ANGIN, mesin juga, bahkan semua yang ada di sekeliling kita adalah mesin, sampai resleting celana juga (sambil menaik turunkan resleting celananya - up down up down -)
dengan kesal profesor ini : "lalu anda akan menulis begitu di kertas ujian, mesin adalah up down up down - sambil menaik turunkan resleting celananya)
adakah di kelas ini yang tidak idiot seperti anak ini, ada yang bisa jawab apa itu mesin?
seorang mhs angkat tangan dan menjawab " mesin adalah bla bla bla bla (maaf tidak ingat)" yg menyadur persis kata, kalimat, sampai titik koma dari sebuah buku
profesor pun memberikan pujian terhadap jawabannya. Mahasiswa yang dianggap idiot tadi, (mhs pertama) bilang, " pak saya tadi juga mengatakan hal yang sama, hanya dgn bhs yang sedikit sederhana"
Profesor : "jika ingin menjelaskan dengan bhs sederhana, kuliah aja di sastra, atau seni, jgn kuliah teknik, waktu ujian saya butuh jawaban seperti yang di buku..."
>>apakah ada yang merasa sekarang pendidikan seperti itu??? mungkin tidak semua siiihhh, oke kita juga gak bisa terus menerus menyalahkan sistem pendidikan yang sekarang ini... ya kan? tapi coba deh liat, masih banyaaak kan emg yang masih menerapkan sistem seperti itu? tidak ada penemuan baru dalam ilmu pengetahuan, semua hanya mengejar nilai, dan selembar ijazah. sebab kalo tidak ada itu, tidak ada perusahaan yang mau terima kita buat memperkerjakan kita, tidak akan ada seorang ayah (khususnya untuk laki-laki) yang rela memberikan anak gadisnya untuk di pinang.
but, guys, mari kita robah sekarang, bukan itu tujuan kita belajar, bukan itu tujuan utama dari pendidikan, belajar adalah proses, tahap kita mengenal sesuatu yg baru yang sebelumnya belum pernah kita dapetin.
saya sempet sedih pas ujian udah mulai deket, temen2 pada ribut yang namanya bikin contekan, pinjem catetan sana-sini *bagi org yg catetannya kurang lengkap* kemudian fotocopi diperkecil, dan saat ujian berlangsung, waktu sebuah pertanyaan muncul, ditulislah jawaban yang sesuai dgn catatan. satu kelas sama, tanpa kurang titik koma, dalam hati, apa mereka tidak bisa kreatif dikit dgn menyimpulkan apa yg sudah di baca (disini sya bukan menekankan betapa tidak baiknya mencotek, memang itu tidak baik, tapi baik kita melihat dari sisi yang lain) setidaknya mereka saat membaca pun mendapatkan sesuatu bukan, dgn bisa menyimpulkan saja itu sudah hasil yg bagus, setidaknya ada sesuatu hal baru yang dia dapat
misalnya saya menjawab satu pertanyaan yang membutuhkan analisa saya, kemudian teman saya minta jawaban saya, sebenarnya saya ragu memebrikan kertas jawaban saya (maaf sekali lagi kita sedang tidak melihatnya dari kacamata soal mencontek atau tidaknya yaa... tunggu dulu). akhirnya saya kasih kertas jawaban saya dgn bilang ke dia "baca baik2 jawaban saya, temukan pokok pikirannya, bikin kalimatmu sendiri" toh emg jawaban sebenarnya cuma 1 pokok pikiran saja, hanya kita diminta menjawab dari berbagai sudut pandang saja. dan yang terjadi, teman saya memfotocopi jawaban saya, benar tanpa kurang titik koma. kita putar balik waktunya, jika teman saya benar membaca jawaban saya dan menemukan pokok pikiran dari jawaban saya, akhirnya pertanyaan yang tadinya dia tidak tau jawabannya, dia jadi tau (see dia akhirnya dapat ilmu baru kan) efeknya, dia pasti akan membuat jawabannya sendiri dengan menggunakan sudut pandangnya sendiri (satu ilmu dapat, dia pun tidak bisa dikatakan mencontek) menurut saya
well bagaimana dgn kamu, seperti apa pendidikan di tempatmu belajar sekarang??
kembali ke cerita tadi, akhirnya si mahasiswa yang dianggap ngeledek profesor tersebut di minta keluar dari kelasnya, okelah keluarlah dia, tapi belum sampai pintu dia kembali lagi. saat ditanya kenapa kamu kembali dia menjawab "ada yang ketinggalan prof" "apa itu" "instrumen yang bisa merekam, mencatat, bla bla bla bla bla panjang bgt.... entah apa kaden" sang profesor dan seisi kelas pun terbengong-bengong dgn jawaban dia.
"maksud anda apa?" tanya profesor
"buku pak, saya ketinggalan buku saya"
dan seisi kelas tertawa
"kenapa kau tidak mengatakan dgn cara yg sederhana?" kata profesor
"pak saya tadi mencoba melakukan hal tersebut, tapi sepertinya anda tidak menyukai hal itu"
dan seisi kelaspun tertawa terbahak bahak.
dan dikeluarkan lah dia dari kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar