Hai kawan, kalau baca judul di atas menurut kalian apa yang bakal gw bahas? Nyanyi? SALAH!!!
Tulisan ini bukan soal nyanyi juga bukan soal jadi MC/presenter, tulisan ini tentang PEMILU.
Eits, jangan antipasti trus ga mau lanjut baca lagi, baca dulu ampe habis baru keputusan selanjutnya silahkan ditentukan.
Beberapa waktu yang lalu iseng-iseng gw sms, bbm, whatsapp beberapa temen gw yang seumuran (kisaran umur 20 – 30 tahun) yang menanyakan apakah pemilu 2014 ini mereka bakal nyoblos? Dan dahsyatnya jawaban mereka semua sama : ENGGAK!! Gw gak yakin sih mereka janjian jawab kayak gitu, secara respondennya ini tidak di satu area dan tidak saling kenal (setau gw). Pas gw tanya kenapa, kesimpulan yg gw ambil dari jawaban-jawaban mereka : “emang sudah dari dulu gak mau ikut begitu-begituan”. WOW bingit kaan? Sekarang gini deh logikanya : umur-umur segitu kan umur-umur generasi yang bentar lagi bakal jadi pemimpin. So? Dengan tidak ikutnya pemilu gw rasa itu bukan keputusan yang tepat deh… Oke mari kita coba nebak alasan apa di balik ke-golput-annya mereka : apa iya apatis karena ngerasain pemimpin2 yang dirasa ga bener? Atau apa iya apatis karena pusing gak mau mikirin politik, yang penting hidup gw jalan normal, gitu? Gw rasa sih alasan sebenarnya tu karena figure pemimpin, dan bisa dipastikan para golput-ers itu sebenarnya sedang mengalami fakir kepemimpinan.
Well, gw gak mau bahas soal para calon presiden atau caleg2 yg mengajukan diri untuk dipilih. Tapi gw mw bahas soal hak pilih kita. Yup, setiap kita yang sudah umur 20th ke atas sudah punya hak pilih, artinya di tangan kita terletak satu suara. Bayangkan kalau satu orang gak milih, misalnya gw, satu suara terbuang sia-sia bukan? Oke satu suara gak ada artinya, tapi bayangin kalau di luar sana ada banyak “gw-gw” yang lain, artinya banyak orang yg berfikiran sama dengan gw, yaitu “golput”, satu suara x banyak = banyak suara terbuang sia-sia. Padahal di tangan kita-kita inilah nasib bangsa ini diletakkan.
Dan lagi kalau kartu suara lo gak lo gunain kebayang gak kalau kartu suara itu disalahartikan? Misalnya karena lo gak datang ke TPS, kartu suara lo dimanipulasi untuk memenangkan suara salah satu capres/caleg di daerah itu?. Jadi mending lo tetep dating aja ke TPS dan kalaupun gak mau pilih siapapun, coblos aja semuanya. Yang penting hak lo udah dipakai.
Mari gunakan hak suara kita kawan!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar