Gak tau kenapa malam ini setelah baca2 te el twitter gw semacam nemu ilham buat nulis... Padahal selama ini tu ilham ngilang, ngumpet di bawah kolong lemari :3
Catatan gw kali ini tentang pacaran... Well, sebagaimana anak muda tentunya bahasan baik yg udah punya pasangan maupun yg masih single ga jauh2 lah ya dari topik ini : PACARAN
Sebelumnya ijinkan gw nanya : apa sih tujuan lo pacaran?
Gw yakin sekian banyak persen koma sekian banyak persen jawab pacaran tujuannya buat saling mengenal untuk kemudian dilanjutkan ke jenjang pernikahan... Betul begitu betul??
Pertanyaan selanjutnya : pas pacaran, komitmen apa sih yang lo bikin ama pacar lo biar hubungan lo awet?
Kalo untuk pertanyaan ini, bisa jadi jawabannya macem2, tapi pasti ada sebagian dari lo yang jawab : saling pengertian, saling terbuka, saling menyayangi, saling mencintai dan saling saling yang lain... Gak salah sih, tapi gw mau bahas beberapa point yang menurut gw crusial...
Pernah berkomitmen untuk saling ber-komunikasi?
Yang kayak apa tu saling ber-komunikasi? Well...saling ber-komunikasi itu ga sesederhana ngirim pesan singkat "lagi apa?" "udah makan?" "kamu dimana?" "dengan siapa?" "semalam berbuat apa?"
*diikuti personil Kangen Band yg nari hula-hula
Di sini, maksud gw dengan saling ber-komunikasi adalah adanya waktu dimana lo dan pacar lo ngambil waktu berdua untuk bicara, ngobrol, dan komunikasi.
Bicara dari hati ke hati, mendengar dengan seksama dan menyelesaikan hal2 sepele yang pernah bikin berantem. Misal : lo jalan bertiga, lo (cewe), pacar lo, ama temen lo (cewe). Menurut lo, kalo posisi kyk gitu trus mengharuskan kalian pergi naek motor, lo musti boncengan ama tmen lo (cewe), ehh tau2 pacar lo ngambek, krn menurut dy kalo lagi jalan dy harus ama lo... Nah omongin dah hal2 sepele kayak gitu, trus cari solusinya. Jangan ditunda2!!! Ini nih penyakit yang sepele lainnya yg sering diabaikan, menunda2 membicarakan hal2 yg perlu dibicarakan... Bisa jadi karena ada sesuatu hal yg masih mengganjal dan blm diselesaikan, itu bisa jadi bibit kepahitan. Nanti2nya kalo ada hal sepele lainnya trus bikin gondok lagi, bibit itu bisa terus tumbuh dan tumbuh dan tumbuh...
Efeknya?? Gak ada lagi respect dan ga ada lagi rasa saling menghormati. . .
Pernah berkomitmen untuk saling menghormati? Jadi kalo ketemu trus saling membungkuk tanda penghormatan kayak di negara Jepang?? Bukan!!!
Saling menghormati di sini adalah memposisikan pacar sebagai sesama manusia yang sama kayak lo, selayaknya lo menghormati diri lo sendiri.
Dengan pas ada sesuatu yang bikin lo sebel dgn sikapnya jangan ngambeknya yang diduluin, pas tiba2 dia ga sms lo seharian jangan juteknya yg diduluin, pas kalian udah janji pergi bareng tau2 dia ketiduran jangan ngomel2 di te el yg diduluin... Menghormati beda tipis dengan pengertian. Tapi tetep beda. Menghormati adalah dengan tidak mendahulukan pikiran2 jelek tentangnya pas keadaan gak sesuai harapan...
Menghormati itu sesederhana ngenalin temen lo ke pacar lo, sesederhana lo kirim pesan singkat ke pacar lo di tengah2 lo sibuk undian arisan keluarga, sesederhana lo mention pacar lo di teel, sesederhana nonton ILK di tipi berdua dan pacar lo nyetrikain baju lo, dan sesederhana hal-hal sederhana lainnya yang kliatannya ga penting...
Kalo kata orang laki2 itu butuh disanjung, wanita dipuji... Kata gw baik laki2 maupun wanita butuh semuanya. Menghormati juga sesederhana mau intropeksi diri dan mau berubah. . .
Sekian dari gw.
Senin, 21 Juli 2014
Minggu, 16 Februari 2014
Membaca
Dear all,
Surat ini saya tujukan untuk setiap orang yang suka, rindu, dan mau terus-menerus membaca.
Membaca? Yup!! Membaca, mungkin buat sebagian besar dari kita yang sudah akrab dengan media sosial sangat mudah dan gampang untuk membaca. Tapi pernahkah kita flash back ke beberapa tahun ke belakang, bagaimana awalnya kita bisa membaca? Mungkin sebagian besar dari kita lupa, termasuk saya. Ya, saya lupa bagaimana saya dulu akhirnya bisa membaca. Yang pasti untuk bisa membaca dibutuhkan waktu dan proses yang cukup memakan waktu. Ahh tapi saya tidak mengingat masa-masa itu.
“I still love books. Nothing a computer can do can compare to a book. You can’t really put a book on the Internet. Three companies have offered to put books by me on the Net, and I said, ‘If you can make something that has a nice jacket, nice paper with that nice smell, then we’ll talk.’ All the computer can give you is a manuscript. People don’t want to read manuscripts. They want to read books. Books smell good. They look good. You can press it to your bosom. You can carry it in your pocket.”– Ray Bradbury
Kutipan di atas adalah satu dari sekian banyak quote tentang manfaat membaca.
Beberapa waktu yang lalu, saya memperhatikan teman kost saya saat dia sedang mengajari anaknya untuk membaca. Anaknya berusia 5 tahun , sekolah TK tingkat besar, dan beberapa bulan lagi akan masuk SD. Beberapa temannya yang lain sudah mahir membaca, sedangkan dia masih perlu lagi belajar.
Malam itu sang ibu menemaninya belajar membaca, dan menjanjikan selesai belajar mereka akan makan dengan lauk yang enak dan boleh menonton televisi.
Si anak awalnya dengan senang hati menerima tawaran tsb. Namun tidak sampai 30 menit berlalu, si anak sudah mulai bosan dan mulai tidak serius dalam membaca, seringkali rangkaian huruf N-Y-A dibaca YANG, dll. Sang Ibu mulai melihat gelagat ketidakseriusan anaknya dan mencoba menegur dengan "hayoo.. kalo tidak menyelesaikan bacaan ini, kita tidak akan cepat makan". Ternyata si anak pun punya rencananya sendiri, dia asal saja belajar membaca, entah salah atau benar yang penting dia selesai belajar dan kemudian makan sekaligus menonton televisi.
Sungguh sedih memperhatikan anak sekecil itu sudah punya motivasi belajar yang tidak benar, dia belajar bukan karena supaya bisa membaca, tapi dia belajar supaya waktu cepat berlalu dan dia segera makan dan nonton televisi. Siapakah yang salah? tidak ada!! Tapi lebih baik jika setiap kita yang sudah menjadi tua ini bisa memberikan contoh yang baik kepada generasi-generasi muda untuk membangkitkan motivasi yang benar.
Tetaplah membaca kawan-kawan, tetaplah menimba ilmu.. :)
Regards,
Ely Cumiee
Kamis, 13 Februari 2014
Gunakan Suaramu!!!
Hai kawan, kalau baca judul di atas menurut kalian apa yang bakal gw bahas? Nyanyi? SALAH!!!
Tulisan ini bukan soal nyanyi juga bukan soal jadi MC/presenter, tulisan ini tentang PEMILU.
Eits, jangan antipasti trus ga mau lanjut baca lagi, baca dulu ampe habis baru keputusan selanjutnya silahkan ditentukan.
Beberapa waktu yang lalu iseng-iseng gw sms, bbm, whatsapp beberapa temen gw yang seumuran (kisaran umur 20 – 30 tahun) yang menanyakan apakah pemilu 2014 ini mereka bakal nyoblos? Dan dahsyatnya jawaban mereka semua sama : ENGGAK!! Gw gak yakin sih mereka janjian jawab kayak gitu, secara respondennya ini tidak di satu area dan tidak saling kenal (setau gw). Pas gw tanya kenapa, kesimpulan yg gw ambil dari jawaban-jawaban mereka : “emang sudah dari dulu gak mau ikut begitu-begituan”. WOW bingit kaan? Sekarang gini deh logikanya : umur-umur segitu kan umur-umur generasi yang bentar lagi bakal jadi pemimpin. So? Dengan tidak ikutnya pemilu gw rasa itu bukan keputusan yang tepat deh… Oke mari kita coba nebak alasan apa di balik ke-golput-annya mereka : apa iya apatis karena ngerasain pemimpin2 yang dirasa ga bener? Atau apa iya apatis karena pusing gak mau mikirin politik, yang penting hidup gw jalan normal, gitu? Gw rasa sih alasan sebenarnya tu karena figure pemimpin, dan bisa dipastikan para golput-ers itu sebenarnya sedang mengalami fakir kepemimpinan.
Well, gw gak mau bahas soal para calon presiden atau caleg2 yg mengajukan diri untuk dipilih. Tapi gw mw bahas soal hak pilih kita. Yup, setiap kita yang sudah umur 20th ke atas sudah punya hak pilih, artinya di tangan kita terletak satu suara. Bayangkan kalau satu orang gak milih, misalnya gw, satu suara terbuang sia-sia bukan? Oke satu suara gak ada artinya, tapi bayangin kalau di luar sana ada banyak “gw-gw” yang lain, artinya banyak orang yg berfikiran sama dengan gw, yaitu “golput”, satu suara x banyak = banyak suara terbuang sia-sia. Padahal di tangan kita-kita inilah nasib bangsa ini diletakkan.
Dan lagi kalau kartu suara lo gak lo gunain kebayang gak kalau kartu suara itu disalahartikan? Misalnya karena lo gak datang ke TPS, kartu suara lo dimanipulasi untuk memenangkan suara salah satu capres/caleg di daerah itu?. Jadi mending lo tetep dating aja ke TPS dan kalaupun gak mau pilih siapapun, coblos aja semuanya. Yang penting hak lo udah dipakai.
Mari gunakan hak suara kita kawan!!!
Langganan:
Komentar (Atom)
