Senin, 02 September 2013

Bekerja

A : Kamu kerja dimana? 
B : Kantor pajak!!

C : Kerja dimana lo sekarang?
D : Bank X!!

E : Udah kerja dimana sekarang?
F : Adaa...perusahaan investasi gitu deh~

Well... seperti apa jawaban kita jika ada orang lain yang bertanya mengenai pekerjaan kita? Apakah dengan bangga kita akan menjawabnya? atau masih ada keragu-raguan?

Selama saya hijrah ke pulau Dewata ini, saya belum pernah bekerja layaknya pekerja2 kantoran pada umumnya. Plus minusnya? ada, pasti.

Sedari saya kuliah, saya sudah ditawari untuk bekerja parttime di gereja tempat saya beribadah. Memangnya bisa bekerja di gereja? bisa!! Gereja juga butuh administrator. Dan saya memang bekerja sebagai administrator dan tata usaha.

Tapi, apakah saya lantas bangga akan bidang pekerjaan saya ketika ada yang bertanya? BIG NO!!! Awalnya! secara...saya kuliah di bidang ilmu hukum, tetapi ketika saya ditanya "apakah km kuliah sambil bekerja?" dengan antusias saya akan jawab "IYA!!" karena itu sesuatu hal yg membanggakan, bisa kuliah sambil kerja, kerjanya kantoran pula... Tetapi, budaya "kepo" orang Indonesia tidak akan pernah berhenti dari situ, pasti akan ada lanjutan pertanyaan "Kerja dimana? Jadi apa?". Dan ketika menjawab hal ini, saya pasti akan ragu untuk menjawabnya. Kenapa? karena saya tidak bangga dengan bidang pekerjaan dan tempat saya bekerja...

TIDAK BANGGA!!! Jika saya boleh mendefinisikan secara harafiah : MALU!!!
Ya! awalnya saya malu bekerja di bidang ini dan di posisi ini. Secara...tidak sesuai dengan pendidikan dan bukan di perusahaan yang bonafit (menurut ukuran standart kita).  

Namun ketika saya tahu, kita tahu, bahwa dunia kerja yang sesungguhnya tidaklah seideal yang kita pikirkan, saya yakin bahwa dimanapun kita bekerja, posisi apapun itu, kita seharusnya bangga akan hal itu.

Saat ini saya bekerja di bidang percetakan. Bukan perusahaan yang besar. Kantor kerja saya sekarang bukan lagi ruangan ber-AC yg tertata rapi dan setiap hari ada yang sapu dan pel, melainkan kantor yang bercampur dengan kertas dan kertas. Lalu ketika saya mulai masuk kantor, saya merasa risih dengan lantai yang kotor, barang yang tidak tertata rapi, dan suasana kerja yang bising.
Satu kali seorang teman bertanya "sudah bekerja?" "udah" "kerja dimana?" "percetakan!" dan dia kemudian tertawa terbahak-bahak. Saya pun ikut tertawa~  

Juga ketika saya bertemu dengan Om dan rekan sekerjanya yang bekerja di Dinas Ketenagakerjaan, beliau bertanya "kerja dimana sekarang?" ingin rasanya menjawab "belum bekerja". Mengingat saya hanyalah bekerja di perusahaan percetakan, di saat keluarga meminta bekerja di kantoran "bonafit" atau PNS. Ya...saya juga masih bergumul dengan hal ini. Apakah saat ini saya 'mencintai' pekerjaan saya dan mengerjakan yang saya 'cintai'? saya sedang melalui tahap itu...

Jadi? Seberapa bangga saya, anda, kita pada bidang dan tempat kita bekerja?
Seberapa antusias kita menjawab ketika ada yang bertanya "kerja dimana? perusahaan apa itu? posisinya apa?"

CINTAI YG KITA KERJAKAN, KERJAKAN YG KITA CINTAI :)


Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar