Kamis, 05 September 2013

Pot Luck

Sebut saja komunitas kentang~
Begitu akhirnya kami memutuskan menamakan segerombolan anak muda yg relatif tua ini.

Sebuah acara yang diadakan tanggal 1 September 2013 kemarin, berlokasi di sebuah rumah yang entahlah kenapa pemiliknya mengijinkan kami para bandit-bandit ini merusuh di sana. Terima kasih Bapak Henoch, Ibu Silvi, Kennard dan Tante...emm okey saya lupa namanya, maap Tant :))

Disebut juga POT LUCK Party~ sebuah event yang mana setiap pendaftar acara diwajibkan membawa sepiring makanan. Dengan tujuan berbagi dengan yang lain. Kenapa saya menyebut pendaftar? karena memang acara ini mengharuskan yang mau ikut daftar dulu, supaya apa? supaya jumlah makanan yang disiapkan tidak kurang~ karena ada makanan utama yg disiapkan sejumlah pendaftar, yup kentang goreng!! that's why its called KOMUNITAS KENTANG. Tapi kemudian terbersit dalam otak aneh saya ini, kalaupun memang ada orang yang tiba2 ikut tanpa mendaftar terlebih dahulu, masak iya diusir? well, bagi saya makanan itu nomer sekian, yang terutama dari acara ini kan ketemu kamu, dia, dia, dan dia :))




Dimulai dari pukul 16.00 wita dan diakhiri sampai pukul errr~ saya lupa, rasanya sih ampe pagi, tapi itu bohong, acara ini CUMA sampe jam 21.00 wita lewat dikit,  dikitnya sekitar 50 menit'an  :3 itupun karena sudah dapat 'warning' dari tetangga kanan-kiri-depan-belakang-atas-bawah.

Acara utamanya tentu saja makan. Setiap makanan yang dibawa ditata sedemikian rupa sehingga membentuk suatu komposisi yang aneh baik dari segi cita rasa, warna, dan efek di perut. Bayangkan, mulai dari sushi, wine, heineken, fanta, sprite, air putih, sate ayam, kentang goreng, dan sebagainya dan sebagainya dan sebagainya sampai singkong rebus cocol sambel tomat, apa kabar WC kita nanti setelah acara ini? Kasian.



Acara sampingannya? duh jangan ditanya kalau udah kumpul-kumpul kebo  ama temen-temen yang senasib sepenanggungan. Ada yang sama-sama mikirin anak, istri, kluarga. Ada yang sama-sama mikirin bulan ini bayar cicilan rumah, motor, pesawat terbang, lapangan golf pake apa. Ada yang sama-sama mikirin jodoh, alias jomblo eh single!! Karena jomblo adalah nasib, single adalah prinsip. :|



Juga tersebutlah games-games yang kami lakukan, ada yang maen lompat tali, ada yang maen skateboard, maen sepakbola, rafting, naik gunung~ yak itu gak bener sodara-sodara, permainan yang wajar-wajar aja sih yang kami mainkan, sebut saja : maen kartu dengan berbagai macam sebutan permainannya, minuman, kartu setan, entahlah~ ada juga yang maen dare or truth. Yang milih truth bakal ditanya-tanya apalagi kalau bukan seputar PACAR!!! *kasian kaum seperti saya yg tidak berpacar. Yang milih dare, bakal ditantang dengan macam2 tantangan, tidak tidak, mereka yang memilih dare tidak akan ditantang untuk mencairkan salju di puncak Jayawijaya dengan cara ditiup :3 tantangannya biasa aja, seperti makan wasabi, minum kecap asin pake es batu, atau mukanya dicoretin tepung ama seluruh peserta permainan tsb.

Ada pula, di gerombolan lain yang maen domino, pun tersebutlah gerombolan lain lagi dengan peserta yang lebih ganas. Bermain kartu dengan judul "kartu setan", gara-gara permainan kampret ini muka saya dan baju (hitam) saya kena tepung seluruhnya~ iya!! saya kalah :3

Mereka niat menjadikan saya Cumiee goreng tepung :3

Mereka tidak sedang rapat musyawarah pemilihan RT

Entah maen apa mereka, saya bukan bagian gerombolan ini :))

poker? bisa jadi bisa jadi

dunno what the game's name :P

kubu para bapak :))


Maka tak lengkap jika di dalam sebuah acara tidak ada sebuah sesi di mana setiap orang bebas mengekspresikan diri melalui gaya, gestur tubuh dan mimik muka, sebut saja sesi ini Sesi Bernarsis Ria~

King and Queen and dayang-dayang.

Tiga kucing. *karena tiga macan udh mainstream*



Lisa dan Agus

kami gak mau kalah narsis Tanteeee~


 
Ricky dan Luke


Ayu dan Merta

Laodicea's fam

 
Ira dan Robert


Girls Generation


Jika dulu ada sebuah kalimat sakti berasal dari Soekarno "berikan aku 10 pemuda, maka akan ku goncang dunia", maka di acara ini seharusnya kalimat itu menjadi "berikan aku 10 pemuda berperut buncit, maka akan ku buka tempat fitnes"

Betapa bulat pipi-pipi mereka :3

Dan semoga acara ini tidak hanya mengesankan tentang kumpul2nya, ngakak-ngakaknya, minum-minumnya, kotor-kotorannya, jeritan-jeritannya, makanan-makanannya, tapi juga kebersamaannya, sharing komunitasnya, berbagi antara yang satu dengan yang lainnya, membangun karakter satu sama lainnya, dan hal-hal positif lainnya. Ditunggu second Pot Luck-nya :)

The Potluckers~


Ada cerita tentang komunitasmu? share aja :)

Selasa, 03 September 2013

Cumiee, an untold story~

Nama asli saya Ely Kristina Wulandari... tapi semenjak di Bali, orang lebih mengenal saya dengan panggilan Ely Cumiee. Bukan tanpa alasan saya mendapat panggilan itu... 

Saya mulai hijrah ke Bali dari tahun 2007, tahun pertama menjadi mbak-mbak mahasiswa. Saat itulah saya diperkenalkan oleh kakak saya dengan seorang temannya, sebut saja dia Parmin. Iya dia lelaki, tulen. Awalnya Parmin hanya bertugas mengantar saya berkeliling daerah Denpasar dengan tujuan biar saya ini cepat memahami jalanan, budaya, dsb. Tetapi kenyataannya, seiring berjalannya waktu, berhembusnya angin, dan mengalirnya air sungai ke laut, saya dan Parmin menjadi akrab. 

Tersebutlah jaman itu salah satu stasiun televisi menayangkan acara sitkom yang bercerita tentang kehidupan office boy, dimana salah satu OB memanggil teman OB lainnya dengan sebutan "cumi'" (baca : cumik), misalnya : "ahh..cumi' lu" atau "dasar cumi', ngangkat galon gituan aja kaga kuat" ~ dari situ setiap Parmin mau ngejekin saya, pasti akan menyisipkan kata "cumi'", misalnya : "Parmin, jemput gw ya~" "ahh cumi' lu, ga tau lagi ngantuk apa". Dan mulailah saya dikenal oleh teman-teman dengan sebutan Ely Cumi, cuma untuk nama eksis, kalau artis bilang nama panggung, maka penulisannya Ely Cumiee. Akun FB : Ely Cumiee, akun twitter : @elycumiee, so follow ya... #gagalfokus :))

Dan begitulah kami, menjalani hubungan pertemanan begitu saja. Tak ada yang spesial, kami akrab atas dasar asas simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Tapi berawal dari situ, karena saking seringnya kami bersama, orang-orang di sekitar kami memberikan kami stempel bertuliskan ahh sudahlah~

That's it, Cumiee an untold story~ 

Senin, 02 September 2013

KehendakMu yang Jadi


Seorang wanita hanya mempunyai seorang anak berkata kepada istri pendetanya,
“Saya tidak berani berkata kepada Tuhan ‘kehendakMu yang jadi’ karena saya takut Tuhan akan mengambil anak laki-lakiku satu-satunya dan juga memberiku percobaan-percobaan yang berat!”
Mendengar hal itu temannya menjawab,
“Seandainya anakmu datang kepadamu dan berkata bahwa anakmu ingin melakukan apa saja yang ibunya inginkan, apakah engkau akan berpikir ; ‘Nah inilah kesempatan supaya segala pekerjaan saya digantikannya. Saya mau memberi pekerjaan yang berat baginya, supaya ia tidak dapat bermain diluar hari ini?”
“Oh.. tidak,” kata si ibu,
“tentu saja saya akan memberinya pekerjaan yang dapat dikerjakannya.”
“Apakah engkau berpikir bahwa Tuhan yang penuh kasih itu tidak mempunyai hati yang lebih baik dari hatimu?” tanya wanita itu lagi.

Ilustrasi di atas cukup menegur saya, ketika saat ini saya diberikan kesempatan (anugerah) untuk boleh bekerja, dan menjadi seorang pelayan Tuhan di gereja-Nya, kadang saya merasa berat dan capek. Dan merasa ini sudah di luar kemampuan saya. Hampir saya mengabaikan, siapa yg ciptaan dan siapa yang Menciptakan.

Jadi, sudahkah kita mengeluarkan segala kekuatan kita dalam menjalani anugerahNya? Ya dan amin bahwa Tuhan ga bakal kasih kita tanggung jawab di luar kemampuan kita :)

"Setialah pada perkara-perkara kecil, maka perkara besar akan diberikan padamu" mau?
That's all.

Bekerja

A : Kamu kerja dimana? 
B : Kantor pajak!!

C : Kerja dimana lo sekarang?
D : Bank X!!

E : Udah kerja dimana sekarang?
F : Adaa...perusahaan investasi gitu deh~

Well... seperti apa jawaban kita jika ada orang lain yang bertanya mengenai pekerjaan kita? Apakah dengan bangga kita akan menjawabnya? atau masih ada keragu-raguan?

Selama saya hijrah ke pulau Dewata ini, saya belum pernah bekerja layaknya pekerja2 kantoran pada umumnya. Plus minusnya? ada, pasti.

Sedari saya kuliah, saya sudah ditawari untuk bekerja parttime di gereja tempat saya beribadah. Memangnya bisa bekerja di gereja? bisa!! Gereja juga butuh administrator. Dan saya memang bekerja sebagai administrator dan tata usaha.

Tapi, apakah saya lantas bangga akan bidang pekerjaan saya ketika ada yang bertanya? BIG NO!!! Awalnya! secara...saya kuliah di bidang ilmu hukum, tetapi ketika saya ditanya "apakah km kuliah sambil bekerja?" dengan antusias saya akan jawab "IYA!!" karena itu sesuatu hal yg membanggakan, bisa kuliah sambil kerja, kerjanya kantoran pula... Tetapi, budaya "kepo" orang Indonesia tidak akan pernah berhenti dari situ, pasti akan ada lanjutan pertanyaan "Kerja dimana? Jadi apa?". Dan ketika menjawab hal ini, saya pasti akan ragu untuk menjawabnya. Kenapa? karena saya tidak bangga dengan bidang pekerjaan dan tempat saya bekerja...

TIDAK BANGGA!!! Jika saya boleh mendefinisikan secara harafiah : MALU!!!
Ya! awalnya saya malu bekerja di bidang ini dan di posisi ini. Secara...tidak sesuai dengan pendidikan dan bukan di perusahaan yang bonafit (menurut ukuran standart kita).  

Namun ketika saya tahu, kita tahu, bahwa dunia kerja yang sesungguhnya tidaklah seideal yang kita pikirkan, saya yakin bahwa dimanapun kita bekerja, posisi apapun itu, kita seharusnya bangga akan hal itu.

Saat ini saya bekerja di bidang percetakan. Bukan perusahaan yang besar. Kantor kerja saya sekarang bukan lagi ruangan ber-AC yg tertata rapi dan setiap hari ada yang sapu dan pel, melainkan kantor yang bercampur dengan kertas dan kertas. Lalu ketika saya mulai masuk kantor, saya merasa risih dengan lantai yang kotor, barang yang tidak tertata rapi, dan suasana kerja yang bising.
Satu kali seorang teman bertanya "sudah bekerja?" "udah" "kerja dimana?" "percetakan!" dan dia kemudian tertawa terbahak-bahak. Saya pun ikut tertawa~  

Juga ketika saya bertemu dengan Om dan rekan sekerjanya yang bekerja di Dinas Ketenagakerjaan, beliau bertanya "kerja dimana sekarang?" ingin rasanya menjawab "belum bekerja". Mengingat saya hanyalah bekerja di perusahaan percetakan, di saat keluarga meminta bekerja di kantoran "bonafit" atau PNS. Ya...saya juga masih bergumul dengan hal ini. Apakah saat ini saya 'mencintai' pekerjaan saya dan mengerjakan yang saya 'cintai'? saya sedang melalui tahap itu...

Jadi? Seberapa bangga saya, anda, kita pada bidang dan tempat kita bekerja?
Seberapa antusias kita menjawab ketika ada yang bertanya "kerja dimana? perusahaan apa itu? posisinya apa?"

CINTAI YG KITA KERJAKAN, KERJAKAN YG KITA CINTAI :)


Salam.

#Trip2Bromo part. II

Yihaaaaaa~
akhirnya menginjakkan kaki di Gunung Bromoooooooo~ *lari keliling lapangan.....pekerjaan :))

Kali ini bersama crew yang berbeda... bersama 3 orang kakak-beradik yang guede-gede *ini ciyus lho~

Tetap melalui akses Nangkajajar - Tosari - Pananjakan - Gn. Bromo... tapi pulangnya via Tumpang - Malang

3 dari 4 crew #trip2Bromo part II
Another crew :)
Karena penjabaran mengenai harga jika ke sana baik naek motor maupun mobil udah saya jelaskan di #Trip2Bromo Part I jadinya sekarang saya pamer spot-spot keren yang bisa dipake buat poto2 aja yaaa~

Latar belakang Gn. Batok

Gn. Batok yg seolah mengeluarkan asap,  itu asapnya Gn. Bromo 

Sudah di padang ilalang menuju kaki Gn. Bromo

Jalanan ke kaki Gn. Bromo via Pananjakan

No privat car, hardtop only!!! *NB : Sewa -__-''

pose doloooo~

lereng Gn. Bromo, asik kalo seluncuran pake daun pisang di sini :))

Lautan pasir... Everywhere is sand...

250 langkah menuju puncak

Hal pertama yg saya lakukan setelah sampai di puncak, berbaring!!!

Pemandangan dr puncak Bromo. Itu pura luhur yg biasa dipake upacara bagi umat Hindu Tengger. Dan yg berkelok2 itu kali mati, aliran lahar dingin dr Gn. Semeru...

Perbukitan di balik Gn. Bromo, itu bukan edelweis...bukan!

Dikenal dengan bukit Teletubies :)) 

Potret jalanan ke Gn. Bromo via Tumpang-Malang, dan ini menanjak  jalanannya sodara-sodara!!!

Keep Clean!! Be careful!! Jagai anugerah Tuhan bagi kita ini :)

By : Ely Cumiee

Blog Apeu Niy~

Wohooooo~ setelah sekian lama mencoba menulis blog, malam ini saya coba review tulisan-tulisan yang udah saya buat... dan hasilnya???? satu kata : 4L4Y -___-''

Dari segi konten, gaya penulisan, penjabaran, dan pemilihan kalimat, saya aja yang nulis bawaannya pengen ketawa saking 4L4Y-nya, apalagi orang lain~

Tapi tapi tapi saya gak mau sih ngapus itu tulisan-tulisan 4L4Y  :)) biar saya tau perkembangan penulisan saya dari masa ke masa....

Akhir-akhir ini keinginan saya buat jadi seorang penulis makin besar... Di samping karena saya kurang berminat banget jadi mbak-mbak kantoran... Juga karena seringnya saya membaca inspirasi2 dan dorongan2 dari beberapa penulis yg menyemangati orang-orang yg bermimpi menjadi penulis (seperti saya) untuk mewujudkan impiannya..

Dari semua masukan-masukan, saran-saran yang disampaikan, cuma satu intinya : KEEP IN WRITING~

Karena saya orang yang susah mengorganisir sesuatu, maka begitu juga dengan tulisan saya yang masih berkesan amburadul... tidak terorganisir... tidak sistematis~

Saya juga masih cari-cari gaya tulisan saya... apa fiksi, apa persuasi, ato jenis tulisan lain yang saya gak tau nama-namanya~

Semangatttt!!!



By : Ely Cumiee ^^,