Satu lagi pelajaran yang aku dapet dari hasil kongkow bersama teman malam ini…
Masih sama tentang si dia, dia yang selama ini membuat aku merasa jatuh cinta, sedih, bertanya-tanya, deg-degan, semuanya…
Sebuah cerita yang menggambarkan sisi lain dari kepribadiannya… dan aku merasa, aku tidak pantas untuk tetap merasa bodoh menunggu kepastian darinya…
Hampir disetiap aktivitasku, sepersekian persen pikiranku, ku pakai untuk memikirkan dia, untuk bertanya dalam hati, apa yang sedang dia lakukan sekarang? apa yang sedang dipikirannya sekarang? Dan hampir hal itu membuat aktivitasku terhambat, walau aku harus jujur, itu juga yang membuat aku semangat kembali, kala aku sedang jenuh…
Malam ini, kembali aku diingatkan, bahwa itu semua gak penting, bahwa aku sudah melenceng dari ketentuan yang seharusnya…
Let’s see…untuk hubunganku dengannya saja aku memikirkan sampai sebegini bikin otakku berpindah posisi *lebay… tapi lihat disisi lain, untuk hubunganku dengan Tuhanku, apa yang sudah aku lakukan?
Disetiap aktivitasku, aku memakai sepersekian persen pikiranku untuk memikirkannya, tapi berapa persen untuk Tuhanku?? Persentase siapa yang lebih besar?
Ampun Tuhan… anakMu ini memang butuh dihajar dahulu sebelum benar-benar mengerti…
Aku memang mendoakan dia Tuhan, tidak supaya dia mau bersama denganku, tidak juga supaya dia mau menjadikan aku wanita special dihatinya…aku hanya minta, kami akrab seperti dulu lagi…
Terlalu sakit sebenarnya begitu tahu dia sekarang lebih dekat, lebih apresiate, lebih perhatian dengan wanita lain, yang kami anggap kakak…tapi itu yang terbersit…mungkinkah ini sebuah bentuk lain kecemburuan?? Aku sedang mempelajarinya, dan mencari jalan keluarnya!!
Di luar dari semua ini, aku pun mulai bertanya, kenapa aku harus mencurahkan pikiranku, menulis hal-hal tentang dia? Kenapa aku harus bertanya pada diri sendiri untuk mengetahui perasaan bagaimana yang sedang kurasakan terhadapnya? Ya!! Karena aku MENYAYANGI-nya!
Tapi aku juga tidak boleh hanya menggunakan perasaanku saja, aku juga harus memakai logikaku… ya, dia memang terlihat manis, perseksionis, gentle, tapii bukan itu kan kriteria pendamping hidup kamu El? Iyalah…aku lebih takut akan Tuhanku,
For someone there… terimakasih untuk sudah menjadi seseorang yang pernah menyenangkan hatiku…kalo memang engkau mau menjadikan hubungan kita special, mari kita bicarakan berdua… karena aku merasa belum cukup mengenal kamu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar