Jumat, 08 Juli 2011

Nadya vs Adit

hari ini seperti biasa Nadya mengerjakan tugas kantornya
mengetik, mengedit, ngeprint, ga ada yang lain..
hanya sekali waktu dia pergi ke kamar mandi hanya untuk sekedar mencuci tangannya yang terkena tinta print..
dan hari ini dia harus membayar jam kerjanya hari kemaren karena kemaren dia udah bolos dari kantor
alhasil Nadya udah duduk manis di depan meja kerjanya semenjak siang.

tiba2 Nadya mendengar suara orang ribut diluar kantornya..
tak ada feeling apapun, Nadya hanya menganggap itu mungkin orang2 kantor yang sedang berbincang2
sampai... Nadya merasa ada yg sedang mengintipnya bekerja...pas dia memastikan siapa... tiba2 sosok itu menghilang ... dari situ Nadya langsung  tersadar... Adit!! dan cepat2 dia menutup pintu kantornya, untuk menghindari bertemu muka dengan lelaki yang selama ini sudah sukses membuat jungkir balik hatinya, perasaannya, kehidupannya...

terlintas kembali dalam benak Nadya, saat pertama mereka bertemu... saat mereka kemudian bersama2 selama 3 tahun belakangan ini... saat2 sedang tidak punya uang sehingga mereka pun harus berbagi uang dan makan, saat2 Nadya sedang sedih, ada Adit yang menemani... saat2 Nadya butuh teman berbagi, Aditlah jawabannya...saat susah..senang... Tapi itu hanyalah berlangsung tidak lama, sampai akhir2 ini, ketika mereka benar2 deket...dan Nadya menyadari Adit tidak hanya seorang kakak belaka, tapi ada yang berbeda di hati Nadya... beberapa waktu lalu, Nadya sudah berani mengambil keputusan untuk memendam perasaannya itu, karena Nadya sadar betul, Adit hanyalah menganggapnya sebagai seorang adik. Sampai... suatu hari Adit membuat Nadya salah paham, dan menganggap Adit sedang memberikan harapan kepadanya...
Care...hangat...tertawa...cerita...canda...
sampai Nadya menganggap ini hanyalah mimpi..dan dia berharap tidak bangun dari mimpi ini, karena dia sangat senang, damai, indah... tapi dia harus tahu apakah ini nyata atau hanya sebuah mimpi...
Nadya memberanikan diri bertanya, hubungan apakah yang sedang mereka jalani kini??
namun tak ada jawaban... sampai sekarang...
dingin...cuek..saling menghindar...saling buang muka...tidak bicara...diam...

tiba2 Nadya ingin ke kamar mandi, dia kebelet pipis...
melihat kerjaannya udah kelar...dia mulai menutup semua jendela di layar komputernya dan mematikannya...
dengan gerakan cepat dia merapikan kursi dan melepas jam tangannya, karena Nadya gak mau jamnya basah kena air...
Ketika membuka pintu...kaget...ada Adit sedang jalan kearahnya...hanya ada mereka berdua di lorong ini... Nadya kaget, bingung, harus pasang muka seperti apa... dengan berani dia menatap wajah Adit... dingin, cuek, gak peduli, itu yang tergambar... dan Adit berlalu begitu aja melewati Nadya ...
Cepat2 Nadya masuk toilet... sedih... itu yang langsung terasa di dada Nadya... sesak... panas... dan air mata Nadya jatuh ... tersedu2 dalam kamar mandi jika Nadya mengingat kejadian tadi... Adit benar2 tidak lagi mau menyapanya... melihatpun dia tak mau...
"sebegitu parahkah hubungan kita?? kenapa untuk menyapaku pun kamu gak berani?
apakah aku pernah berbuat salah padamu? jika iya, ayo katakan,, jangan seperti ini...
aku sudah sangat capeek sekali dengan hubungan kita... kasih penjelasan ... 
aku memang menyukaimu..tapi aku bukan lagi anak SMA yang kalo cintanya ditolak akan mati. tidak...bukan.. setidaknya aku akan menghargai km kalo dengan jantan kamu datang dan kita berbicara baik2, aku sudah pernah meminta waktu untuk hal itu.. tapi kamu tidak meresponnya...
kenapa?? ada yang salah?? 
setidaknya... ingatlah dulu kita pernah susah bareng... apakah gak bisa hubungan kita membaik seperti dulu?? aku sedih... dadaku rasanya sesak setiap aku melihatmu... kamu bisa tertawa lepas diluar sana bersama yang lain... tapi kenapa km membiarkan tawa itu terkunci untukku??"

Rabu, 18 Mei 2011

15 Menit…

Seorang cewek terlihat keluar dari sebuah ruang, diikuti beberapa teman sekelasnya yang lain, ada yang saling mengucapkan selamat tinggal, ada yang ngobrol rencana kemana mereka akan nongkrong selesai kelas berikutnya, tapi tidak dengan cewek satu ini, Neyna. Dengan santai dia melegang pergi dari kelasnya, dan turun ke lantai satu. Tidak mempedulikan siapapun, tidak menyapa siapapun juga, itu memang sudah menjadi kebiasaan Neyna. Santai, terkesan cuek, sedikit tomboi.
            Di lantai satu dia mulai melihat ke kiri dan kanan, mencari teman-teman satu genknya yang biasa nongkrong di lobby lantai I kampus hukum, tempat dia kuliah. Karena tidak menemukan siapapun , maka Neyna memutuskan mencari tempat duduk sendiri selagi menunggu kelas berikutnya dimulai. Handphone, satu-satunya alat komunikasi teman baiknya Neyna, dia keluarkan dari kantong celana jeans robeknya. Dimanapun dia berada, pasti hal pertama yang dia lakukan adalah mengeluarkan handphonenya dan melihatnya, walaupun dia tahu tidak ada sms maupun telefon. Sambil mengutak-atik benda kesayangannya itu, dia duduk dengan cueknya di salah satu bangku lobby kampusnya itu.
            Tiba-tiba seorang cowok menghampiri tempat dia duduk dan menyandarkan dirinya di kursi sebelah Neyna. Awalnya Neyna tidak peduli siapa orang yang duduk di sebelahnya itu, tapi lama-lama orang ini mencuri perhatiannya juga. Gimana tidak, yang duduk disebelahnya adalah anak Gubernur tempat dimana Neyna tinggal. Secara kebetulan mereka memang satu kampus, satu kebetulan yang membanggakan bagi kampus Neyna karena dengan adanya dia kuliah di kampus Neyna, otomatis kampus Neyna juga ikut terkenal. Dan tanpa sadar, Neyna mulai salah tingkah, dia merapikan cara duduknya yang bisa dibilang amburadul untuk ukuran cewek. Dan mulai berkelana dengan pikirannya, [waduh gw cabut aja dari sini  kali ya],  tapi pikiran yang lain mulai muncul [jiaah ngapain juga gw mesti pergi, toh dia gak ngobrol ma gw ini, dia cuma kebetulan duduk disini,  dan ngobrol ma temennya] Neyna pun mulai menenangkan hatinya dan berusaha bersikap biasa aja, toh dia tahu kursi di lobby ini kan banyak, ya gak salah dunk kalo seorang ‘anak gubernur’ secara kebetulan ngambil dua kursi di sebelahnya untuk ngobrol bersama temannya. [ikh gw norak banget si, bisa duduk sebelahan gini aja gw mesti salting]… ketika Neyna larut bersama pikirannya, datanglah Hesty dan Reyni, dua orang sahabatnya yang selalu heboh, kalau ngomong tidak pernah memakai suara dengan oktaf 1, yang selalu memakai suara Messo Forte kalau kata anak paduan suara, yang selalu powerfull, oktaf paling tinggi. “hai Ney, gak ada kuliah lw?” Tanya Rey dengan suaranya yang bisa bikin semua orang di lobby mengengok ke arah mereka. [aduh ni anak, gak bisa pelan yaa?? Gak tahu apa kalo disebelah gw ada si Adit] kata Neyna dalam hati, “iya ada, nanti 20 menit lagi” jawabnya dengan suara yang bisa dibilang dilembut-lembutkan, dan seanggun mungkin, yang kontan membuat dua sahabatnya ini sedikit heran dan bertanya-tanya dan mereka-reka apakah sahabatnya ini sedang kena demam akut, secara, seorang Neyna yang biasanya ancur, yang biasanya teriak-teriak, yang biasanya tertawa lebar selebar mulut kuda nil kalau lagi nguap, tiba-tiba gaya bicaranya jadi kalem kayak putri keraton, anggun kayak miss universe yang lagi pidato di depan juri. Namun ketika mereka mengetahui siapa yang sedang duduk disamping Neyna, seolah-olah semua keheranan, semua pertanyaan, semua tanda Tanya besar di kepala mereka berubah seketika menjadi tanda seru. “ehem..Ney, proposal kamu udah diajuin?” Hesty mulai berbicara, namun kali ini, dia mengikuti gaya bicara Neyna yang  lembut, anggun, bulat dan pelafalannya tepat. “oh udah kok, tinggal tunggu SK turun aja dari PD I” jawab Neyna masih dengan suara lembut, sopan, anggun-nya itu. Sedikit ngobrol basa-basi, mereka bertiga pun memulai ngobrolin hal-hal yang jarang mereka obrolin kalau mereka sedang bertemu. Mulai dari ngobrolin buku-buku di perpustakaan, ngobrolin teman mereka yang sudah ujian skripsi, sampai ngobrolin habis kuliah ini mau belajar bareng di rumah siapa. Tapi basa-basi itu harus berakhir karena Hesty dan Reyni dipanggil cowoknya masing-masing untuk diajak pulang. Tinggallah Neyna sendirian lagi menunggu kuliah selanjutnya, 10 menit terlewati, dan sudah 10 menit juga dia duduk disamping Adit ‘Anak Gubernur’. Kembali dia larut dengan HPnya, sebentar-sebentar dia mencuri pandang ke samping lewat sudut matanya, dia lihat cowok disebelahnya itu sedang memegang HP BB yang paling mahal, Neyna tanpa sadar melihat HPnya sendiri yang sudah bopeng sana-sini dan tersenyum sendiri, kemudian dia memasukkan HPnya kedalam tas kuliahnya, tanpa sadar menunjukkan kalau dia malu melihat HPnya sendiri. Kemudian tanpa sengaja dia mendengar apa yang sedang dibicarakan Adit dengan teman disebelahnya, *iya…waktu itu papaku lagi dinas, trus aku ikut… kalo lagi makan di restoran gitu, kadang ajudannya papa ikut makan bareng, tapi kadang juga enggak, kadang mereka makan juga tapi di meja yang beda, itu kalo misalnya ada aku, abangku, mamaku,  tapi kalo pas cuma berdua cuma aku ama papaku, yaa aku suruh aja ajudannya papa ikut gabung di meja kami*, Neyna mulai kembali berimajinasi dengan cerita yang didengarnya, dia membayangkan betapa hebat kehidupan cowok disebelahnya itu, betapa bergengsinya gaya hidupnya, naek mobil kemana-mana lengkap dengan ajudannya. Dia juga tahu kalau Adit juga salah satu anggota grup band yang cukup terkenal di kota itu. Neyna mulai membayangkan, betapa anak ini sangat terjamin hidupnya, kuliah sudah pasti tepat waktu, nanti selesai kuliah tinggal pilih mau kerja apa, anak yang gaul, punya teman dimana-mana, dan sangat tidak ketinggalan jaman. Perfect! Kata itu yang mungkin tepat untuk menggambarkan seorang Adit. Dan Neyna mulai membandingkan dengan dirinya, kuliah yang hanya mengandalkan uang beasiswa. Kerja parttime di minimarket demi membayar uang kostnya. Prestasi kuliah yang pas-pasan, penampilan yang bisa dibilang mengarah ke tomboy, sedikit slengekan, dan cuek sama keadaan sekitar, tidak ada yang menarik. Sama sekali.

            Namun, ketika pikiran-pikiran itu berkecamuk di otak Neyna. [tunggu, ini bukan gw nih..] [kok gw jadi kayak gini sih? Kenapa gw? Ada apa dengan gw?] sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala Neyna menertawakan tingkah lakunya selama beberapa menit tadi [akh kenapa gw harus jaim pas gw disebelah putra seorang gubernur? Apa karena gw takut? Takut kalo dia tahu kalo gw ini bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, gak ada apa-apanya dibandingkan dengan dia? Hahaha betapa kerdilnya pemikiran gw… berani bener gw berfikiran kayak gitu, padahal belum tentu Adit berfikiran kayak gitu… Atau jangan-jangan gw minder, karena dia seorang anak gubernur, terkenal, multi talent, pinter, juga aktivis kampus. Akh..dia masih manusia kok,sama kayak gw, kita masih menginjak bumi yang sama, masih punya tubuh daging yang sama, jadi sebenarnya tidak ada perbedaan, karena yang membedakan sebenarnya manusia itu sendiri. Sebenarnya kami mempunyai kesempatan yang sama, walaupun notabenenya dia anak gubernur, sedangkan gw, cuma anak seorang tukang jahit di kampung. Akh…kenapa tadi gw sama anak-anak mesti ngobrolin hal-hal yang gak penting, toh Adit juga ga bakal ngerti apa yang gw obrolin. Huft…memang susah menjadi diri sendiri, apalagi jika kita merasa potensi diri kita tidak ada apa-apanya dibandingkan orang lain, padahal sebenarnya setiap orang punya potensinya masing-masing. Kenapa mesti jadi orang lain, padahal orang lain belum tentu bisa jadi diri mereka sendiri. Huufftt…sorry ya hati nurani, sekali lagi gw ngebohongi lw] kembali Neyna tersenyum, senyum kecut yang menertawakan dirinya sendiri dalam hati, kemudian Neyna melihat arlojinya, 10.15. Sudah 15 menit dia duduk disitu, dan selama 15 menit juga dia sudah mendapatkan pelajaran berharga dari seorang anak gubernur yang kebetulan duduk disampingnya, yang tidak mengajaknya ngobrol, yang sebenarnya tidak pernah mengenal Neyna. 15 menit yang berharga, karena lewat 15 menit itu, Neyna menemukan kembali jati dirinya, Neyna kembali menjadi dirinya sendiri, Neyna yang kemudian menertawakan kenapa dia harus bertanya ‘kenapa kuliah pake beasiswa, ga punya duit ya? Kenapa mesti kerjaparttime? Kenapa gak gaul?’ dan kenapa-kenapa lainnya yang berkecamuk dipikirannya. 15 menit yang mengubahkan, menjadikan Neyna kembali menjadi dirinya sendiri.

Kamis, 24 Maret 2011

Engkau dan aku

Dari tahun 2007 Engkau memilihku untuk melayaniMu melalui sebuah organisasi kampusku...
aku mengucap syukur untuk itu, itu anugerah yang tak terperi...
bukan hanya di organisasi itu saja, Engkau juga memanggilku dalam pelayanan organisasi antar kampus dan di gerejaMu...
lebih lebih mengucap syukur untuk itu
kuliahku sedikit demi sedikit Engkau pulihkan, pekerjaan pun Engkau berikan sebagai bonusnya...
kuliah, kerja, pelayanan, pelayanan, dan pelayanan! itulah waktuku untukMu.

tahun ini, kembali Engkau melalui orgaisasi kampusku meminta untuk menjadi pengurus.
oh tidaaakkk aku tahu ini akan terjadi,,,
aku memilih untuk melayani Engkau tapi tidak dengan menjadi pengurus.
seribu bahkan sejuta alasan bisa aku buat untuk menolaknya, tapi itu pun bisa terpatahkan jika Engkau memilihku..
aku tidak punya satu alasan pun untuk menolakMu
aku bingung...
karena aku mau fokus melayaniMu di gereja dan menyelesaikan studiku..

ampuni aku Tuhan

yang kedua, satu bulan lalu, aku diminta melayaniMu sebagai staff di organisasi antar kampus oleh staff senior disana.. sebagai pekerjaanku *katanya
dan malam ini aku harus menjawabnya.. beri aku kekuatan untuk menjawab. Aku tahu panggilanku, hatiku tidak disitu.. pelayananku di tempat lain.
Give me Your wise Lord, to know what You want
apakah aku temasuk orang yang sebenarnya tidak punya hati untuk melayaniMu?? *oh pergi kau setan! pikiran apa ini??
aku hanya mampu mengucap ampuni aku TUHAN jika pilihanku tidak sesuai dengan kehendakMu

aku rindu melayani Engkau terus terus terus

15 Menit

Tersenyum..
Dan tertawa dalam hati..
Mungkin itu gambaran yg tepat untuk apa yg sudah aku alami hari ini..
15menit duduk disebelah putra dari se0rang gubernur..

FYI : Gubernur juga manusia kan?? jadi wajar dong kalo punya anak? nah kebetula anaknya kuliah di kampus yang sama denganku *gak perlu aku kasih tau kan tepatnya??
ceritanya, pas duduk sendiri di bangku kampus, tiba2 dia duduk disebelahku pas! *bukan bukan dia bukan mau nyamperin aku, dia mau ngobrol ma temennya yang kebetulan duduk 2 bangku setelahku.

Kal0 ditanya, gimana rasanya?
Mugkin aku akan jawab : biasa aja!
karena n0tabenenya kami tidak saling kenal.
Tp jujur, jauh dlubuk hatiku, aku sedikit merasa canggung..

Kemudian aku mulai berfikir, kenpa aku harus canggung?? Apa karen dia adalah anak dari se0rang gubernur? S0 what?? Toh kita sama. (sama-sama makan nasi *kecuali kalo dia gak doyan nasi*, sama2 punya perasaan *kecuali kalo dia robot) intinya : KITA SAMA!!!

Sampai aku berani berkesimpulan : aku takut salah 0m0ng dan dia denger, lalu dia ngecap aku, ya aku, 0rang yang tidak punya kualitas..well kualitas!? Kualitas apakah yang aku maksud???

Sejenak, aku diam, tidak menghiraukan apapun...
Terdengarlah obrolan dia dengan teman disampingnya, tentang kehidupan dia sehari-hari, tentang gaya hidupnya, tentang dia...
sungguh jika boleh dibilang, sangat jauuuh sekali dengan kami *aku dan teman2ku yang sering gabung
benar!! cerita2 di sinetron, FTV, pilem yang mengisahkan seorang anak kaya yang kemudian jatuh cinta sama orang yang bukan siapa2, bahkan bisa dibilang miskin gak mampu, itu ternyata terinspirasi dari kehidupan nyata!! tapi bedanya, kalo kehidupan nyata gak bakalan tuh anak orang kaya itu *entah si cewek atau cowok* bakal naksir dan mati-matian berjuang demi cintanya pada cewek atau cowok yang gak mampu tadi ...well man!! sekarang jaman udah berubah, udah gak kayak dulu lagi, yang mana orang bakal lebih mementingkan cinta sejati daripada status, kalopun ada, persentasenya mungkin 1:100

hmm...kembali ke topik..tentang kenapa aku merasa takut tadi?? well itu cuma sesaat,,cuma perasaan "haloo anak gubernur, ada lho anak biasa di kampus ini yang beda, gak kayak anak2 lainnya, yang mungkin temenan ma kamu karena kamu anak gubernur, namanya ELY!!" -_______-') bukannya aku sama kayak mereka yang aku judge kalo mereka mau temenan ma dia karena dia anak gubernur, apa bedanya denganku???
tidak ! tidak ! tidak !
lalu aku berkata pada diriku sendiri "haha :D ngapain kamu repot2 memikirkan apa yang harus aku ucapkan ketika berada disampingnya?" "sikap dudukku harus seperti apa? biar dia gak risih??"
sampai ada suara di otakku yang bilang JUST BE YOUR SELF CUMIEE!!

dan kembali aku tersenyum, tertawa dalam hati dan mulai bersms-ria dengan teman smsku
dan menyapa teman2ku yang lewat, tanpa mempedulikan ada atau tidak anak gubernur di sampingku!! :)
dan untuk menjadi seperti itu, butuh waktu 15 menit, ya 15 menit!!

~Life isn't about finding yourself, it's about creating yourself~

Kamis, 17 Maret 2011

Posting Dari Note Di FB I

hehehe selain aku suka nulis di Blog ini, aku juga sering iseng-iseng bikin note di akun Facebook..
nah kan gak afdol kalo di FB ada tapi gak dimuat di Blog huehehehe :D
so..inilah beberapa postingan dari FB

judulnya :

pelajaran sederhana

aQ sangat sukaa sekaLi makan d mc.D at0pun KFC, hmm terkesaan gimanaa gituu...
High cLass!!

Qt pesan makanan, bayar, makan, sambiL tertawa,ng0br0L, sharing bersama siapapun...
Begitu seLesai, qt tinggaL angkat kaki, pergi, what a w0nderfuLL life it is :-)

Tapii maLam ini, ketika aQ duduk sendiri di saLah satu tempat yang ku sebutkan di atas aQ mendapat satu peLajaran lagi...

SeLesai makan, di depanQ berserakan tisu k0t0r, bekas sauce, bekas bungkus gula, bekas kertas nasi, bekas kentang, bekas teh, bekas c0ca c0la, h0w dirty it is =|
KataQ dalam hati, akh sudahlah... T0h biz ni, aQ plg, truz ini semua, diberesin ma pelayannya! Bukankah itu tujuan qt makan disini, untuk kita dilayani

Tiba2 se0rang Jepang (0pa-0pa) yg duduk di samping mejaku, dia beranjak dari tempat du2knya sambil membawa nampan bekas dia makan, dan sampahnya sudah dibereskan sedemikian rupa hingga tidak menyisakan bekas di mejanya.. Dan memberikannya ke petugas kebersihan..

W0w! Aku malu! Itu yang pertama melintas di 0takku...

Tentang Pilihan

Beberapa saat yang lalu, aku yang notabene-nya seorang facebook-er sejati menemukan sebuah status yang bagus dari seorang teman *cewek, begini bunyinya :

"dan pada akhirnya aku harus memilih,,
tidak, tidak ada sama sekali yang salah pada sebuah pilihan
tapi sesudahnya, yang harus kita hadapi saat pilihan dijalani menuntut sebuah tanggung jawab..." H.A



dan tadi malam, ya tadi malam! ketika aku berkesempatan ngobrol dengan seorang kakak, iseng-iseng bertanya
aku : kak, tau gak kalo kak "A" punya akun FB?? (kak "A" mantan kakak yang sedang aku ajak ngobrol)
kakak : tau
aku : trus kakak add dia gak? atau kakak di-add gak ma dia??
kakak : hmm..saya menolak untuk berteman di facebook
aku : lho? kok gitu...bukankah itu menandakan kakak masih menyimpan kepahitan atau semacamnya ke dia?
kakak : owh tidak dunkz.. kan kami sudah menyelesaikan masalah kami baik2.. jauh sebelum dia punya akun FB. nah sekarang ini kan dia sudah punya kehidupannya sendiri, kakak juga gitu.. jadi haknya kakak dunkz mau berteman dengan siapa, tidak berteman di FB kan bukan berarti kami sedang ada masalah.. ini juga masalah memilih.. kakak memilih untuk tidak berteman di FB, itu saja.
aku : oke kak, berarti jika aku punya masa lalu, dan aku tidak mau masa lalu itu terus mengikuti aku, aku boleh memilih dunk untuk meninggalkannya, terlepas apa kata orang?? karena itu sudah jadi pilihanku??
kakak : YUP!

hmm... dan aku sudah menentukan pilihanku
dan ada tanggung jawab yang akan aku jalani :)

Impian Seorang Aku

Beberapa saat lalu waktu gw lagi buka akun pacebuk *baca facebook! Tiba2 seorang kakak ngajakin chat..

Kakak : mana tulisannya dek??
woaaaaa :@ 
seketika gw diem dan inget akan impian gw dulu..menjadi seorang penulis.. ^^,
Yup! Yup! duluu..duluuuuu...bangeeettt.. *serasa udah berabad-abad yang lalu :P, gw pernah bermimpi jadi seorang penulis dan punya buku sendiri.. well terinspirasi dari buku2 yang pernah gw baca sii.. You know what guys? tiap buku yang gw baca tuh serasa punya magnet, daya pikat *lem kalee :P, dan daya hipnotis yang sangat ruuuaarrrrr biasaa.....bagi gw sendiri tentunya..nah dari situlah..gw punya impian gw MAU menjadi bermanfaat bagi orang lain, lewat tulisan gw :)
so simple kan??
kembali ke chat yang di atas ...
gw : iyaaa kakak..maaf, belum ada :( masih konsen nulis tulisan ilmiah yang diwajibkan bagi seorang mahasiswa *baca SKRIPSI!!
kakak : cerpen juga gapapa dek :))
gw : iya kak
kakak : soalnya aku lihat kamu punya bakat nulis dek :)

*kalian tahu saat membaca kalimat itu...gw senyam senyum gak jelas :D :D
dan dari situlah..kembali gw bersemangat untuk mencoba menjadi seorang penulis yang bermanfaat bagi orang lain.. :))
wish me luck!

Senin, 07 Maret 2011

Posting Dadakan

Hayoo... huehehehe :D lagi ngapain tuh??
*udah tau lagi baca blog lw-lah.. -_-')


kalii ini apa yaa ceritanya.. hmm :/
oh iya..


hari minggu kemaren *pasca Nyepi, biihh gereja suepii, orang2 pada keluar kota semua, kalo gak gituu mereka kebanyakan masih pada tidur, dan memilih untuk pergi gereja sore..
Untungnya, gw termasuk orang yang taat *huehehe :D jadinya pergi gereja pagi *emg kalo gereja sore bukan org taat?? -_-')


singkat cerita tibalah waktunya pulang kembali ke kost, dengan senyam senyum yang terkembang di bibir manis gw ini karena hari itu gw gajian, dan gaji gw naik..cihuuyyy ^_*v
ehh tiba2 si Mpay sms, "makan dirumah aja kak, gw beli bahan, tapi nitip beliin bawang merah ma bawang putih yak? gw tadi lp :P" yaaa okee akhirnya gw menjadikan coaster gereja gw sebagai korban, hihi gw minta bawang merah, bawang putih, cabe ma beliau *iya! gw emg males beli di warung. yaa gw kan juga menerapkan asas berhemat yang sangat dijunjung tinggi oleh anak kost macam gw gini.. :)


hmm...padahal hari itu gw lagi pake baju yang menurut gw (menurut gw sih) baguus beunguuuuuuuuuuudddd *4L4y dan bikin gw tambah cantiiik gethooohh.. hehe
alhasil sepulang gereja, sebelum bantuin Mpay masak, dan kembali menjadi upik abu, gw bernarsis-narsis ria dulu.. hihi ^^,

setelah itu gw ganti baju dan membantu ibu Mpay memasak ^^,
kembali menjadi upik abu, dengan baju gembel, robek2 hehe 
Nyonya tolong gaji saya bulan ini dinaikan yaa
hmm dan ini kostumnya Mpay, selesai kami memasak bersama... oia sebagai info aja, menu kita saat itu : nasi putih (WAJIB), tumis buncis (yang kemudian dikasih putih telur, bisa ngebayangin? hmm sudahlah kalo gak bisa), kornet sapi digoreng pake telur *yang baru gw makan pertama kalinya. (iya, ketawa aja gapapa)
nongkrong sehabis masak, sambil smsan


sekian dulu yaa.. tunggu postingan gw lainnya.. kasih masukan dun soal gaya bahasanya, huehehe pengen bisa jadi penulis nii :))

Sabtu, 05 Maret 2011

Hasil Kerja Otak Kiri yang Terlalu Ke Kiri


Namanya juga mahasiswa, yang namanya ide kreatif pastii ada ajaa…
Gak di kampus, di kostan, di warung makan, dimana aja dah..
Salah satunya kami (Ely, Ntin, Mpay, tambah Tante *mamanya Ntin) yang sedang jalan2 ke salah satu Hypermart terkenal di Denpasar
Niatnya sii ngajakin jalan2 mamanya Ntin *selanjutnya disebut Tante, cuma karena udah malam, tempat jalan2 yang enak yaa apalagi kalo bukan mall… alhasil atas kesepakatan kami bertiga *karena Tante tidak ikut dalam konferensi kesepakatan kami ini, maka pergilah kami ke salah satu hypermarket terbesar di Denpasar itu…

Liat sana, lihat sini, jalan sana, jalan sini,, gak ada satupun barang yang akhirnya kami masukkan ke keranjang belanja hihi ^^ *dasar anak kostan, maunya yang gratisan, kalo gak gituu bisa bangkrut, kan belum dapat kiriman :D
Kreatif bukan?? Tapii toh juga akhirnya kami gak ada satupun yang nraktir, dan ditraktir, murni liat2 doank.. haha :D

Ada topi nganggur, kami coba, ada sandal bagus, kami coba, ada baju diskon kami pilih2, tanpa satupun barang yang kemudian kami ambil dan taroh di keranjang belanja.. xixi ^^, *tau kan rumus tadii tuh…
Dan seperti inilah gambar2 yang terekam di handpone saat mencoba2 topi ala bule2 gituu…
kelihatan bukan, mahasiswa kere yang numpang keren di mall doank,,
  
bandingkan dengan ini...
 Ntin dengan gaya ala Angelina Julie-nya *topi menutup setengan mukanya
dan juga ini ...
Mpay dengan topi itemnya yang semakin membuat dia manis *katanyaa..


Nah…kekreatifan kami yang lain,, (yaa itu tadi karena gak ada yang niat untuk beli apa2, akhirnya kami hanya coba2 dan coba2..) sampai tibalah kami di counter pakaian dalam wanita (jangan berfikir untuk yang satu ini, kami mencobanya, tidak!) tapii yaa namanya juga otak kiri kami *terutama aku-Ely.Red, terlalu bekerja keras mungkin, sampai muncullah ide untuk berfoto di counter ini.. yaa dengan sedikit rayuan mautku..akhirnya Ntin dan Mpay mau juga gw begoin buat jadi modelnya, haha :D *piss sist.. ^^v seperti inilah…
ini senyum senang karena bisa foto tanpa di usir mbak2 penjaganya hehe
  other capture ...
hehe :D menurut kalian, si Ntin beneran pilih2 apa cuma acting??
dan ini foto terakhir yang sempet bikin heboh dunia per-fban diantara fren kami ajaa..karena ak up load dan ku tag ke temen2 deket hehe ^^v *piss! tidak bermaksud untuk ke arah pornografi yaa, sekali-kali ku katakan buang pikiran seperti itu!!
ada yang aneh ga sii?? kok masih pake sandal?? akh kurang totalitas nii



Heeeeeewwww -_________________-‘) kalian kalo punya otak kiri, kembangin yaa… tapi ngembanginnya jangan terlalu ke kiri… tar jadinya ide2 yang muncul seperti ide kami ini, huehehe :D
Salam. ^^,

Nyepi Ketiga Di Bali

woaaaaa... diantara gelap suasana nyepi..
karena gak tau musti ngapain, en gak bisa tidur juga, mending nge-blog dah,, hehe ^^,

iyaa today is silent day for Hindu's people, met hari raya Nyepi yaa temen2 yg merayakannya..

tau dong kalo sehari sebelum nyepi di Bali ada pawai Ogoh2...
dan begitu juga dgn tahun nii.. bedanya, tahun nii gak ada insiden bergandengan tangan lagi sepanjang jalan, buat nonton ogoh2nya... hehe :D *jadii maluuu >.<

bersama Ira, Daniel (kakak), Tere, Mpay, Irna, Winda kami pun menyusuri jalanan sesetan - sidakarya untuk nonton ogoh2.. juga karena ada salah satu teman kami ikud ngarak..yaa karena dia memang asli bali, walaupun Kristen, tapii boleh kok ikutan ngarak..

hmm ... banyak ogoh2 yang aku sendiri gak tau ceritanya, karena pas pawai ceritanya pake bahasa Bali, mana aku ngertii... alhasil yang ada cuma menikmati keindahan patung2 ogoh2nya aja.. *dari sudut art-nya - kayak tauu ajaa...
hehe juga sekalian nunggu ogoh2 punya Ginsir lewat.. kan lumayan sambil tepe tepe juga.. soalnya nak bali kalo pas lagi pake kamen, cakep2... ihiiirrrr... >.<

kayak gini ni..






nahh lumayaan kan mereka?? ^^ itu yang paling ujung kanan, sebelah cewek, yang pake jam tangan, itulah teman kami, namanya Ginzir.

dan inilah waktu pawai..pas lagi lomba..



*ehem..itu iklan yang dibelakangnya, maaf, tidak termasuk dan tidak bermaksud..
hepii silent day oLL :))