kisah kita belum selesai...
karena kita masih ada dalam satu buku, walau berbeda halaman...
ingin rasanya aku minta "Penulis"-ku untuk memindahkanku ke buku lain, tapii aku tau "Penulis"-ku punya rencana kenapa kita berada dalam satu buku...
terima kasih kepada "Penulis"-ku karena telah menempatkan aku satu buku denganmu...karena aku bisa belajar banyak hal darimu...
beberapa hari yang lalu, aku menangis tersedu-sedu, mempertanyakan keberadaanku di matamu... aku bertanya-tanya, kemanakah kamu yang dulu sering menghiasi kehidupanku, sering mewarnai hari-hariku...memenuhi catatan buku harianku...everyday...every minutes...every time!!!
aku berdoa, minta supaya aku tidak mempertanyakan hal itu lagi, berdoa, supaya aku tidak lagi mengharapkan perhatianmu... berdoa, supaya aku bisa bersikap biasa lagi jika berhadapan denganmu...
biarlah kamu sekarang tidak lagi menghiasi hari-hariku... biarlah kamu sekarang sudah punya orang lain untuk berbagi hal dalam kehidupanmu... biarlah kamu sekarang sudah tidak pernah datang berkunjung lagi ke rumahku, bahkan untuk masuk bertamu saja kamu tidak mau lagi melakukannya ... betapa itu sangat sangat sangat membuat aku sakiiiitt... betapa hal itu membuat aku merasa aku sudah tidak lagi (bahkan tidak pernah) berarti lagi buatmu...
pernah aku mempersalahkan suatu benda yang akhirnya kau miliki sendiri, setelah sekian lama kita sharing berdua barang tersebut... karena kau berubah setelah barang itu ada, membuat kamu berubah terhadapku...
tapii betapa egoisnya aku, kalo hal itu terus2an aku lakukan, bahkan untuk berfikir seperti itu saja, aku sudah berdosa, dan aku mau lebih taat kepada "Penulis"-ku dari pada taat pada diriku sendiri...
aku masih berproses, aku masih terus meminta pada-Nya untuk tidak lagi menginginkan perhatianmu, aku masih terus meminta untuk tidak lagi berpengharapan akan kasihmu, akan cerita-ceritamu, akan hangatnya sinar matamu, akan ramahnya senyumanmu... walau itu sungguh sangat suliit... bahkan aku harus berkali-kali menjatuhkan air mataku, untuk mengganti hal itu...
dan supaya akhirnya aku bisa menganggap, kamu adalah bagian dari kisah kehidupanku, kamu adalah anugerah dari Tuhan untuk membentuk aku menjadi semakin bergantung kepada-Nya...
tapii aku masih tetap meneteskan air mataku :')
