Rabu, 27 Juli 2016

All I Ask

I will leave my heart at door
I won't say a word
They've all said before, you know
So why don't we just play pretend
Like we're not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left

Look, don't get me wrong
I know there is no tommorow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

I don't need your honesty
It's already in your eyes 
And I'm sure my eyes, they speak for me
No one knows me like you do
And since you're the only one that matters
Tell me who do I run to?

Look, don't get me wrong
I know there is no tommorow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

Let this be our lesson in love
Let is be the way we remember us
I don't wanna be cruel or vicious
And I ain't asking for forgiveness
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

S.H.


Kamis, 14 Juli 2016

The Reason I'm Getting Married

Pagi ini, pas alarm HP gue bunyi, seperti biasa gue yang masih ngantuk, ngintip dikit layarnya untuk mencet tombol "snooze" ... Tapi, saat itu juga sekelebat pesan yang masuk ke HP terbaca... Dari mama... tertulis : "hati-hati, semalem aku mimpiin kamu merit". Antara haru dan geli sih, haru karena (mungkin) di alam bawah sadar mama, mama pengen anak bontotnya ini cepet merit, tapi geli juga... merit?? Whaaatt?? Hahahahaha #pacar mana dulu Ma *nangis di pojokan T.T

Wuuusss... STOP BAPER!!!
Gitu aja soal mimpi mama gue... Gak usah dibahas!! 
Eia gue sendiri yang bahas yak tadi... Muahahahahaha :D

Ngomongin soal merit, pastilah semua cewe pengen merit... (yah cowo juga sih), tapi gue lebih mau ngomongin sisi cewe...

Dan taruhan, cewe-cewe di seantero jagat raya bumi tercinta ini pasti punya konsep wedding impian, misalnya : mau indoor/outdoor, gaya tradisional/modern, eropa/adat, dll
Tapi gak sedikit juga mereka mengubur impian itu karena beberapa alasan : waktu, persetujuan keluarga, dan alasan yang paling klasik tapi bener adanya : FINANSIAL...
Yahh... apa daya wedding impian hanyalah impian jika rekening bank tidak mendukung...

Ini, cerita tentang seorang cewe kantoran yang umurnya udah gak muda lagi. Anggap saja sekitar kepala 3-an. Sudah berpacaran lama sama kekasihnya... sejak mereka masih duduk di bangku kuliah. Saat ini mereka sedang mempersiapkan pernikahan mereka, ketika dalam benak si cewe muncul pertanyaan besar untuk kekasihnya : "Kenapa kamu menikahi-ku?"

Sang lelaki, yang notabene adalah seorang Ketua Tim Manajer salah satu perusahaan asuransi tidak pernah mau memberikan jawaban atas pertanyaan kekasihnya itu, jangankan memberikan alasan/jawaban, bersikap romantis saja tidak, malahan ditinggal tidur... 

Agak jengkel dengan sikap kekasihnya ini, si cewek memutuskan untuk pergi ke salah satu gedung mewah di kota itu yang biasanya dipakai orang-orang "kelas atas" mengadakan pernikahan. Terkagum-kagum dengan pelayanan di sana, si cewek antusias untuk menanyakan harga sewa gedung jika ingin mengadakan pernikahan di sana.

Kaget dengan "harga spesial" yang diberitahukan, si cewek mengatakan tidak mau yang spesial, maunya yang harga biasa, yang paling standart... Makin kaget dengan penjelasan, bahwa "Harga Spesial" adalah harga yang paling murah, yang paling standart...

Dengan malu-malu, si cewek pun pamit, namun ketika melintasi ruang fitting baju pengantin, dia tertegun melihat sebuah gaun terpajang di sana... Ingin sekali mencobanya..

Karena ukuran tubuh si cewek sedikit besar, susah payah petugas fitting dress mengancingkan bagian belakang gaun tersebut. Namun demikian, si cewek terlihat sangat cantik dengan gaun itu. Dan tepat saat itu, lewatlah seorang laki-laki lain, yang memandang si cewek dengan tatapan kagum, terpukau akan kecantikannya.

Dengan malu-malu karena diperhatikan orang asing, si cewek mengatakan ke petugas fitting bahwa dia ingin berganti pakaian. Saat itu laki-laki asing menyapa namanya... Kaget, tentu saja, tapi beberapa detik kemudian si cewek menyadari bahwa dia-pun mengenal lelaki tampan yang berdiri di depannya itu. 

Dia adalah adik kelasnya sewaktu di bangku kuliah yang terus menerus mengejar si cewek, namun karena si cewek lebih tua, tentu saja si cewek selalu menganggap laki-laki itu hanyalah seorang adik kecil... Walaupun, sekarang penampilan "adik kecil"-nya itu sudah seperti pria dewasa, namun si cewek masih sedikit menganggap bahwa dia tetaplah "anak kecil" 

Sejak pertemuan itulah, lelaki ini semakin sering menghubungi si cewek, dan kembali menunjukkan sinyal-sinyal bahwa dia masih mempunyai perasaan yang sama seperti saat masih di bangku kuliah dulu. Membuat si cewek yang sedang galau menghadapi persiapan pernikahan semakin galau... Apalagi ketika tahu bahwa pria ini adalah CEO dari perusahaan pemilik gedung pernikahan impian si cewek yang sebelumnya dia pernah tanyakan.

Tanpa si cewek ketahui ada pihak yang mengaturnya, si cewek mendadak mendapatkan voucher gratis mengadakan pernikahan di gedung yang dia impikan. Namun ketika mengetahui bahwa pihak yang mengatur adalah si adik kecilnya yang notabene adalah CEO di situ, dia sedikit merasa kecewa... Karena si brondong ini belum juga melepaskan perasaannya.

"Memang, impianku adalah menikah di gedung yang mewah, bersama dengan seorang pria sukses, dengan memakai gaun indah yang mahal..."
Sambil menggenggam tangan si cewek, "Maka, kamu hanya perlu datang sejauh ini" - (maksudnya datang ke pelukan pria ini - red)

Kemudian si cewek bimbang...

Nah, bagaimanakah akhir dari kebimbangan si cewek? Apakah dia akan tetap memilih kekasihnya yang sudah bertahun-tahun dia pacari, ataukah memilih brondong yang mengejarnya dari jaman kuliah itu?

Gue ngerasa, ini film romantis bangeeetttt... Kalau kalian pengen tahu letak romantisnya, silahkan, tonton aja di sini 

Dan kalau kalian setuju ama gue kalau ni film romantis abis, let me know yah... di kolom komen.

Happy Wedding... ehh Happy Watching :D

Senin, 11 Juli 2016

Lebaran 2016

Selamat Lebaran ya.. semoga kamu-kamu gak makin "lebaran" badannya... :D :D

Yup, lebaran emang identik ama makanan enak yang melimpah ruah, bukan begitu?

Opor ayam pake ketupat atau lontong, kayaknya udah jadi menu wajib saat sanak saudara ngumpul di kampung...

Gak peduli, mau rumah nenek kita di pedalaman, susah sinyal, susah akses ke minimarket, gak ada AC, tapi kalau udah ngumpul ama sanak sodara, sepupu, kayaknya fun aja... Iya gak sih? ^_^




Lebaran juga identik ama macet pas mudik. Katanya, kalo pas mudik lebaran gak pake macet, rasanya ada yang kurang, gak afdol.

2016 ini, kemacetan luar biasa saat arus mudik ada di tol Brebes - Jawa Tengah.

Kalo gue, untuk menghindari kemacetan di jalan darat, gue pake kendaraan udara, dengan konsekuensi musti bayar mahal tiketnya. Yah, mau gimana lagi...

Sedangkan di kota kelahiran, untuk menghindari macet, motorlah jawabannya *pasang kacamata*



Lebaran bagi sebagian orang juga identik ama baju baru. Iya gak sih? Well, kalau menurut gue, itu subjektif... Tergantung ama pilihan orang masing-masing. Kalau gue sih, lebaran gak harus punya baju baru, kalo mau travelling itu baru HARUS BANYAK BELI BAJU!!! :D :D :D


So? Selamat Lebaran, 2016.
Menurut kalian, lebaran identik ama apa lagi? ^__^