Rabu, 29 Juni 2016

Berdecak Karena Kecak

#latepost


Menikmati keindahan Pulau Dewata atau Bali memang tak ada habis-habisnya, pantai, gunung, makanan, kebudayaan, dan tidak lupa tariannya. Salah satunya Tari Kecak, begitu menyaksikan secara langsung tarian terkenal ini, saya dibuat berdecak kagum.





Uluwatu adalah tempat pilihan saya untuk menyaksikan tarian khas Daerah Bali ini, selain terkesan romantis karena pertunjukkan diadakan di teater area di tebing saat jam-jam sunset, juga karena pertunjukan ini bisa kita nikmati sewaktu-waktu. Yup, pertunjukan ini sudah dikomersilkan, dan setiap kita boleh menikmatinya setiap hari, mulai pukul 16.00 Wita.




Tidak sulit untuk mendapatkan tiketnya, kita bisa memesannya langsung di tempat (dengan resiko kehabisan) atau reservasi online. Saya sih waktu itu reservasi online, selain biar dapat kepastian tiket, juga biar gak ribet aja... Waktu itu saya reservasi tiket online di sini 

Oia, untuk catatan, tiket reservasi ini belum termasuk tiket masuk ke wisata Ulawatu Temple-nya. Untuk tiket masuknya sendiri : Rp 15.000,- (belum parkir kendaraan juga)




Saat kita masuk ke area pertunjukan Tari Kecak, masing-masing akan diberikan selembar kertas yang isinya cerita dari Tari Kecak itu sendiri, jadi sebelum pertunjukan dimulai, kita bisa baca-baca terlebih dahulu, biar gak bingung ama jalan ceritanya...






So, selamat menikmati Tari Kecak... :)

Selasa, 28 Juni 2016

Bete

#@*&*(@^@*#()@&^@&@*(@

Hari ini gue bener-bener  bete deh... Bukan, bukan karena gebetan gue ditikung ama sahabat gue.. Bukan juga karena kucing depan rumah acak-acakin sampah gue (ehh itu juga dink), tapi yang ini gue BT gegara Henpon gue gak bisa ngechas!!!

Nangis di pojokan...

Jadi, entah gimana ceritanya, tu henpon tetiba gak ngechas aja gitu semalem, udah gue colok dengan berbagai gaya tetep aja gak muncul tanda petir-nya... Bete deh!

Jadi ceritanya, gue baru beli henpon berlogo buah apel seri 5S 3 bulan lalu, second sih... but ori. Nah, karena udah lewat sebulan, gue kopekin deh itu stiker garansi yang nempel... Dengan asumsi "ahh trusted lah ini toko, pasti mulus-mulus ajalah" (gue orangnya positive banget siihh hahaha).

Ehh taunya sekarang gak bisa ngecharge gitu aja... Gue puyeng... Gue BT (biar sama kek judulnya)... 

Mau klaim garansi ke tokonya, udah abis masa garansinya... 
Gue puyeng... Gue BT...

Udah gitu, orang-orang yang di sekitar gue gak ada pulak yang make henpon dengan seri yang sama, cerinya biar nyobain chargerannya, kali aja yang bermasalah kabel chargenya... Au dah, puyeng gue, BT...

Simple sih sebenernya kalo gak mau BT, cus aja ke konter henpon, pinjem charger-an, kalo bisa berarti kabel charger gue yang bermasalah, tinggal beli aja yang baru... beres! 

Masalahnya...

Ini kan hari kerja.. T.T ke konter henpon gak bisa seenak udel lo, musti ngantor dulu... Dan alhasil, henpon mati.

Gak megang henpon 24 jam itu rasanya puyeng, BT!!!

&@^%#*@()!_(#*!()!)!)(@!^&&^!&*#(!)_!@(*!)!_

Jumat, 24 Juni 2016

Manja (in) Mata

FYI : Tulisan ini late review!!!
---------------------------------

A.M.A.Z.I.N.G !!!
Satu kata yang sebenarnya tidaklah cukup menggambarkan perasaan gw ketika pertama kali snorkling dan menikmati indahnya beragam ikan hias di pesisir pantai Amed, Bali.

Kalo kata orang snorkling itu musti bisa berenang, itu hoax! Buktinya gw ga bisa berenang, tapi gw bisa snorkling, walaupun musti hati-hati sih... hati-hati jaga pernafasan, takut kesedak...

Banyak spot di pantai-pantai di Indonesia yang tentunya bagus untuk snorkling, tapi karena gw turis low-budget dan kebetulan gw stay di Bali, maka pantai Amed jadi pilihan gw untuk snorkling. Pantai Amed terletak di Bali bagian timur-utara, terletak di Kabupaten Karangasem. Saran gw kalo ke sana naik mobil aja lah, pake motor cape broo~ kecuali kalo emang kalian suka banget pake motor...

Penyewaan peralatan snorkling pun gw rasa cukup terjangkau, rata-rata 50rb udah lengkap mulai dari kacamata, pipa pernafasan, sepatu katak, dan jaket pelampung. Oiya... satu tips buat kalian, kalau mau sewa perlengkapan snorkling, gw saranin sewa yang di pinggir pantai, lebih murah dan bisa ditawar... 

Karena pake pelampung susah dapet foto nyelemnya >.< (abaikan tgl di foto)

Salah satu yang ke-capture kamera, yg ke-capture mata lebih W.O.W lageee...

Wefie #abaikantanggal

Nah untuk yang belum pernah ke Amed, kira-kira begini rutenya : dari Kota Denpasar gw saranin jalan sekitar pkl. 11.00 Wita, karena perjalanan memakan waktu sekitar 2-2,5 jam ke arah Kabupaten Karangasem. Gak usah bingung, banyak plang yang akan mengarahkan kamu ke Amed, kalau masih bingung, bisa pakai GPS alias Gunakan Penduduk Sekitar a.k.a tanya!! Hehehe :D

Jadi, kira2 kalian nyampe sana sekitar jam 13.00an, mau makan dulu atau leyeh2 dulu silahkan. Baru sekitar pkl. 15.00 wita, nyeburlah ke laut untuk snorkling. Oia spot yang biasa gw pake sih Pantai Jemeluk, gampang kok nyarinya ;)

Well, selamat bersnorkling di Amed, Bali.


The Genk

Preparing


Candid tapi sengaja sih :D

Jangan lupa ajak satu orang yang khusus mau foto2in kita :D

Abis nyelem ngantuk, krn panas, tidur ditutup pelampung gini udah enak :D

Selamat nyelem!

Spot snorkling kita yang pantai di bawah itu... 

HAPPY TRAVELLING!!!

Manado Trip

Hi fellas...
Kali ini gw mau share pengalaman gw nge-trip ke Manado, akhir Februari 2016 lalu. Sebelumnya, udah paham semua kan Manado itu dimana letak persisnya? Buat sebagian besar orang (salah satunya gw), pasti banyak yang gak begitu paham kota-kota yang letaknya di pulau-pulau bagian timur Indonesia. Contohnya gw, awalnya gw gak begitu paham Manado itu dimana, yang ada di otak gw cuma : Manado itu di Sulawesi, titik!! Tapi belum ngeh Sulawesi bagian mana, sejauh apa dari pulau Jawa (khususnya dari Jakarta, krn berangkat dari sana). Nah, baru setelah gw menginjakkan kaki di tanah seribu gereja itu, barulah navigasi gw bekerja... 


Manado dalam peta Indonesia
Mengawali perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta - Cengkareng pada subuh dini hari, karena kebanyakan penerbangan ke Manado hanya melayani penerbangan dini hari dan malam hari kalo berangkat dari Jakarta, kami satu rombongan berangkat ke Manado dengan mata masih sepet. dengan menempuh perjalan kurang lebih 3 jam, sewaktu akan mendarat di Bandara Sam Ratulangi - Manado, mata kami dimanjakan oleh pemandangan laut-hutan-laut-bukit, begitu menyegarkan.

Tempat pertama yang kami singgahi setelah dijemput oleh bis adalah : RUMAH MAKAN! Yup, selain karena memang sudah waktunya sarapan (kami tiba sekitar pk. 09.00 WITA), Manado memang sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata kuliner. Sebut saja : Nike, Bubur Manado, Es Durian, Pisang Kipas, Ikan Woku, Sambal Dabu-dabu, Sambal Roa, Nasi Kuning Saroja, Babi Putar, dll. Gimana udah ngiler? Nih beberapa kuliner yang gw santap saat di Manado, pagi itu.

Jangan lihat itemnya, itu bukan gosong, emang asli gitu, tapi rasanya .... 

Ke Manado belum nyobain Nasi Kuning Saroja? Cupu ah...
Bentuknya emg gak menarik, tapi cobain dulu.. Hmm mo nambah terus!

Btw, sorry ya ini bukan Blog Makanan haha ini cuma Blog Random yang isinya suka-suka gw... :D


Ikan Woku
Sate Ragey yang potongannya guede-guede.. Sttt ini Babi lho :P



Review gw soal Manado : Manado kota kenyang! Gimana enggak, wisata kuliner dari yang h4r4m maupun halal ada... pernah denger lelucon orang Manado yang gini "Semua kaki bisa dijadiin makanan ama orang Manado, kecuali kaki meja", maksudnya sih orang Manado pinter masak, kulinernya macem-macem, lidah Indonesia banget lah...

Selain mencicipi kuliner di kota Manado, kami juga pergi ke Tomohon, ke Patung Yesus Memberkati, menikmati kopi tradisional di Kawangkoan, dan membeli oleh-oleh di Kawanua.

Sayangnya sewaktu di sana gw gak sempet wisata bahari :( jadi belum deh itu ngerasain Bunaken dan laut-laut lainnya, hiks T.T

But anyway, wisata kuliner cukuplaaahhh...


Jadi? Yuk travelling!! #akucintaIndonesia 

Setelah sekian lama, akhirnya gw makan RW, itupun karena dijebak, tapi enak :D

Bersama rombongan berkunjung di Monumen Kota Tomohon
Kopi tradisional ala Kawangkoan

Masak aernya masih kek gini *Kopi Kawangkoan

HAPPY TRAVELLING!!!





Senin, 06 Juni 2016

Anak Manja


"Sesungguhnya tidak ada anak yang manja. Yang ada hanyalah anak yang dimanjakan Orangtuanya"

Anak yang lahir dan tumbuh dalam keluarga yang serba ada, penuh kasih sayang tetapi kurang disiplin, menghasilkan anak manja. Semua keinginan mereka relatif terpenuhi berlimpah.

Ada banyak alasan orangtua memanjakan anak. Di kota besar alasan klasik adalah orangtua kasihan dengan anak yang ditinggal sendirian di rumah hanya dengan pembantu. kesibukan kerja membuat mereka lebih mengikuti kemauan anak. Pemanjaan sebagai jalan mengatasi rasa bersalah. Semua fasilitaspun disediakan.

Sementara itu ada orangtua yang tegoda memanjakan anak karena trauma dengan masa lalunya yang sulit dan pahit. Hidup dalam kemiskinan (ortu) yang menyakitkan. Setelah dia menjadi "orang" alias kaya, dia mau anaknya senang. Fasilitas diberikan secara berebihan.

Tak jarang anak sampai taraf duduk di SMP, untuk membuat minumanpun selalu sang Ibu atau pembantu yang menyediakan. Mengangkat tas ke mobil, dan sebagainya ada supir. Akibatnya anak tidak mandiri. Daya juangnya tidak bertumbuh.

Harga diri mereka pun relatif rendah. Sebab harga diri mereka dibangun atas apa yang mereja miliki (secara lahiriah) bukan pada karakter dan nilai hidup yang sehat. Penyebab lainnya adalah hubungan batin dengan orangtua tidak terbangun, sehingga mereka cenderung menjadikan teman sebagai sarana curhat dan menghabiskan waktu. Jika mereka bertemu dengan teman yang salah, mereka mudah tersesat dalam pergaulan yang buruk. Apalagi jika mereka diberi uang jajan berlebihan.

Akibat dimanjakan, daya tahan stres merekapun tidak terbangun dengan baik. Tantangan dan kesulitan menjadi barang mewah bagi anak yang dimanjakan ini. Hingga masa remaja mereka tidak cakap membedakan mana itu keinginan (wants) dan kebutuhan (needs).

Dalam pengalaman kerja di beberapa pusat rehab dan depresi, kami menemukan banyak dari remaja tersebut besar dengan dimanjakan. Mereka tidak cakap mengelola konflik saat berada di bangku SMP dan SMU. Mereka mulai menghadapi pelbagai kesulitan yang mereka tidak jumpai di rumah. Apalagi saat menjumpai orangtuanya mulai keras dan kasar, tidak seperti dia masih duduk di sekolah TK dan SD.

Akibatnya anak mudah stres, marah dan frustasi, dan obat (narkoba) yang ditawarkan teman mereka rasakan mampu meredakan konflik batin tersebut. Meski mereka mungkin tidak sampai menggunakan narkoba, daya juang mereka relatif rendah. Ini mempengaruhi prestasi studi dan jenjang karir. Tidak sedikit mereka berpindah-pindah kerja hanya dengan alasan tidak enak dan tidak cocok dengan rekan sekerja.

Sebagai penutup tulisan ini, Penulis mengajak kita memikirkan hal ini. Bahwa hal yang menyiksa hidup (anak) kita sesungguhnya bukanlah kesusahan tetapi justru kesenangan (berlebih). Mereka yang terbiasa dengan kesenangan, (sering) merasa tak pernah puas dengan kesenangan. Saat kesusahan datang dia bingung bukan kepalang serta sulit bersyukur. Mudah stres dan mencari jalan pintas, seperti drugs hingga mencelakakan diri.

Sedangkan mereka yang tebiasa hidup dengan disiplin dan hidup dengan kesusahan, justru lebih tahan banting dengan kesusahan. Mereka mudah terhibur dan menghargai kesenangan meski hanya sedikit. Mereka tertantang mengejar kesenangan (kesuksesan) secara sportif, bukan dengan jalan pintas karena fasilitas orangtua mereka. Bagi mereka kesulitan justru menjadi pemicu untuk maju dan bertumbuh. Ketika sukses mereka menghargai proses lebih dari pada hasil.

Semoga kita diberi hikmat, kasih dan kebijaksaan mengasuh anak-anak titipan-Nya. Terhindar dari perilaku yang bisa menjadi "penyiksa" anak-anak dengan memanjakan mereka secara berlebihan.

Repost dari tulisan : Dr. Julianto Simanjuntak
(Penulis 19 Buku Konseling, Pendiri Yayasan LK3 & Pembina Pelikan Network)