Kamis, 22 Desember 2016

IS IT PROBLEM?

Ada seorang pria yang buta huruf bekerja sebagai penjaga sekolah. Sudah kurang lebih 20 tahun dia bekerja di sana.

Suati hari kepala sekolah itu digantikan dan menerapkan peraturan baru. Semua pekerja harus bisa membaca & menulis, maka penjaga yang buta huruf itu terpaksa tidak bisa bekerja lagi.

Awalnya dia sangat sedih, sampai dia tidak berani langsung pulang ke rumah untuk memberitahu istrinya. Dia berjalan pelan menyusuri jalanan. Sampai tiba-tiba muncullah ide untuk membuka kios di jalanan tersebut. Tidak disangka usahanya sukses, dari satu kios sampai menjadi beberapa kios. Kini dia jadi seorang pengusaha yang sukses dan kaya.

Suatu hari, dia pergi ke bank untuk membuka rekening, namun karena buta huruf dia tidak bisa mengisi formulir, kemudian karyawan bank yang membantunya berkata:
"Wah, Bapak buta huruf saja bisa punya uang sebanyak ini, apalagi kalu bisa membaca dan menulis, pasti lebih kaya lagi"
Dengan tersenyum Bapak itu menjawab: "Kalau saya bisa membaca dan menulis, saya pasti masih jadi penjaga sekolah"

...........

Apa yang merupakan musibah, bisa saja menjadi berkat. Berkat tidak selalu berupa emas, intan permata atau uang banyak, bukan pula saat kita tinggal di rumah mewah dan pergi kemana-mana dengan mengendarai mobil keluaran terbaru, namun berkat adalah saat kita kuat dalam keadaan putus asa, mampu tetap bersyukur ketika tidak punya apa-apa. Mampu tersenyum saat diremehkan, mampu tetap taat walau hidup terasa berat.

Lakukan bagian kita secara maksimal, biarlah TUHAN melakukan bagian-Nya. Sekalipun seolah-olah tiada pertolongan jalan keluar, mengalirlah seperti air mengalir, jangan berontak menyalahkan Tuhan, karena manusia hanya mengetahui apa yang di depan mata, tetapi Tuhan mengetahui jauh ke depan tentang rencana yang indah bagi mereka yang mengasihi Dia.

Tuhan memberkati. ^_^

Rabu, 03 Agustus 2016

Jakarta

Siapa yang tak kenal kota ini?
Kota dengan segala ceritanya...
Bahagia, sedih, tawa, cemas, harapan, benci, semuanya
Sebagian orang mati-matian mendatangi kota ini hanya demi kehidupan finansial yang lebih baik
Bukan, bukan, bukan soal salah atau benernya
Semua tidak salah
Toh sebenarnya yang mereka cari sebenar-benar-benar-benarnya adalah harapan
Dan karena banyak yang bilang di kota ini banyak harapan
Datanglah mereka

Macet dimana-mana
Polusi udara
Tingkat kriminalitas yang sangat tinggi
Bermacam-macam tipe manusia
Tingkat stress tinggi
Pola hidup "lo-gue"
Sepertinya persentase kebaikan lebih sedikit dari ketidakbaikan
Lalu, bagaimana orang-orang itu bisa bertahan?
Apa yang mereka cari?
Masihkah mereka mencari harapan?
atau
Sudah menyerah pada keadaan?

Saya...
Sejak awal tahun memutuskan untuk pindah ke kota ini
Bekerja.
Ahh tapi mungkin bukan itu alasan satu-satunya, saya rasa.
Secara finansial, betul, tawaran di kota ini sangatlah besar
Tapi, kota lain pun sebenarnya bisa
Secara sosiologi, ahh... saya bersusah payah mencarinya
Mencari komunitas pertemanan seperti yang saya punya di kota sebelumnya
Sangat susah
Hampir 1/2 tahun dan saya belum menemukan
Di kota ini
Saya takut, tapi harus berani
Saya gentar, tapi harus maju
Saya berharap, tapi juga pasrah

Sampai di titik ini
Saya (masih) bertahan

Suatu ketika, saya membeli siomay di depan rumah
Saya bilang bungkusin aja pak, apa aja isinya, saya tinggal sebentar
Saya masuk ke rumah untuk mengambil uang
Pas kembali, bapak siomay belum membungkus pesanan saya
Beliau berujar dengan ramah dan rendah hati "biar neng liat sendiri, jadinya sesuai sama yang neng mau"
Dengan tersenyum saya pun memilih ...
Dalam benak saya, bapak ini baik.

Di lain kesempatan, saya membeli pecel di sekitar kantor saya bekerja
Tiap saya datang, si ibu penjual selalu menanyakan "seperti biasa kan mbak?"
Dan dengan tersenyum, saya mengangguk, dan berbincang dengan beliau selagi menyiapkan pesanan
Dalam benak saya, ibu ini baik.

Serta di kesempatan-kesempatan lainnya, saya mendapati orang-orang ramah berinteraksi dengan saya...

Namun, tidak sedikit juga saya pernah bertemu dengan bapak-bapak yang rese, songong, menyebalkan...

Sampai saya tahu formulanya
Saya tahu rumusnya
Bagaimana menghadapi Jakarta ini
Sederhana
Bersyukur.

Terlepas dari hal-hal yang kurang menyenangkan yang saya alami di Jakarta, namun dari hal-hal menyebalkan itu, saya abaikan, saya isi dengan hal-hal menyenangkan... seperti mendapatkan keramahan-keramahan dari orang-orang yang saya temui.
Mungkin itu yang membuat orang-orang bertahan di Jakarta.

Dengan kasih dan kebaikan, mendatangkan pengharapan.

Jakarta, 04 Agustus 2016.

Rabu, 27 Juli 2016

All I Ask

I will leave my heart at door
I won't say a word
They've all said before, you know
So why don't we just play pretend
Like we're not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left

Look, don't get me wrong
I know there is no tommorow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

I don't need your honesty
It's already in your eyes 
And I'm sure my eyes, they speak for me
No one knows me like you do
And since you're the only one that matters
Tell me who do I run to?

Look, don't get me wrong
I know there is no tommorow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

Let this be our lesson in love
Let is be the way we remember us
I don't wanna be cruel or vicious
And I ain't asking for forgiveness
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

S.H.


Kamis, 14 Juli 2016

The Reason I'm Getting Married

Pagi ini, pas alarm HP gue bunyi, seperti biasa gue yang masih ngantuk, ngintip dikit layarnya untuk mencet tombol "snooze" ... Tapi, saat itu juga sekelebat pesan yang masuk ke HP terbaca... Dari mama... tertulis : "hati-hati, semalem aku mimpiin kamu merit". Antara haru dan geli sih, haru karena (mungkin) di alam bawah sadar mama, mama pengen anak bontotnya ini cepet merit, tapi geli juga... merit?? Whaaatt?? Hahahahaha #pacar mana dulu Ma *nangis di pojokan T.T

Wuuusss... STOP BAPER!!!
Gitu aja soal mimpi mama gue... Gak usah dibahas!! 
Eia gue sendiri yang bahas yak tadi... Muahahahahaha :D

Ngomongin soal merit, pastilah semua cewe pengen merit... (yah cowo juga sih), tapi gue lebih mau ngomongin sisi cewe...

Dan taruhan, cewe-cewe di seantero jagat raya bumi tercinta ini pasti punya konsep wedding impian, misalnya : mau indoor/outdoor, gaya tradisional/modern, eropa/adat, dll
Tapi gak sedikit juga mereka mengubur impian itu karena beberapa alasan : waktu, persetujuan keluarga, dan alasan yang paling klasik tapi bener adanya : FINANSIAL...
Yahh... apa daya wedding impian hanyalah impian jika rekening bank tidak mendukung...

Ini, cerita tentang seorang cewe kantoran yang umurnya udah gak muda lagi. Anggap saja sekitar kepala 3-an. Sudah berpacaran lama sama kekasihnya... sejak mereka masih duduk di bangku kuliah. Saat ini mereka sedang mempersiapkan pernikahan mereka, ketika dalam benak si cewe muncul pertanyaan besar untuk kekasihnya : "Kenapa kamu menikahi-ku?"

Sang lelaki, yang notabene adalah seorang Ketua Tim Manajer salah satu perusahaan asuransi tidak pernah mau memberikan jawaban atas pertanyaan kekasihnya itu, jangankan memberikan alasan/jawaban, bersikap romantis saja tidak, malahan ditinggal tidur... 

Agak jengkel dengan sikap kekasihnya ini, si cewek memutuskan untuk pergi ke salah satu gedung mewah di kota itu yang biasanya dipakai orang-orang "kelas atas" mengadakan pernikahan. Terkagum-kagum dengan pelayanan di sana, si cewek antusias untuk menanyakan harga sewa gedung jika ingin mengadakan pernikahan di sana.

Kaget dengan "harga spesial" yang diberitahukan, si cewek mengatakan tidak mau yang spesial, maunya yang harga biasa, yang paling standart... Makin kaget dengan penjelasan, bahwa "Harga Spesial" adalah harga yang paling murah, yang paling standart...

Dengan malu-malu, si cewek pun pamit, namun ketika melintasi ruang fitting baju pengantin, dia tertegun melihat sebuah gaun terpajang di sana... Ingin sekali mencobanya..

Karena ukuran tubuh si cewek sedikit besar, susah payah petugas fitting dress mengancingkan bagian belakang gaun tersebut. Namun demikian, si cewek terlihat sangat cantik dengan gaun itu. Dan tepat saat itu, lewatlah seorang laki-laki lain, yang memandang si cewek dengan tatapan kagum, terpukau akan kecantikannya.

Dengan malu-malu karena diperhatikan orang asing, si cewek mengatakan ke petugas fitting bahwa dia ingin berganti pakaian. Saat itu laki-laki asing menyapa namanya... Kaget, tentu saja, tapi beberapa detik kemudian si cewek menyadari bahwa dia-pun mengenal lelaki tampan yang berdiri di depannya itu. 

Dia adalah adik kelasnya sewaktu di bangku kuliah yang terus menerus mengejar si cewek, namun karena si cewek lebih tua, tentu saja si cewek selalu menganggap laki-laki itu hanyalah seorang adik kecil... Walaupun, sekarang penampilan "adik kecil"-nya itu sudah seperti pria dewasa, namun si cewek masih sedikit menganggap bahwa dia tetaplah "anak kecil" 

Sejak pertemuan itulah, lelaki ini semakin sering menghubungi si cewek, dan kembali menunjukkan sinyal-sinyal bahwa dia masih mempunyai perasaan yang sama seperti saat masih di bangku kuliah dulu. Membuat si cewek yang sedang galau menghadapi persiapan pernikahan semakin galau... Apalagi ketika tahu bahwa pria ini adalah CEO dari perusahaan pemilik gedung pernikahan impian si cewek yang sebelumnya dia pernah tanyakan.

Tanpa si cewek ketahui ada pihak yang mengaturnya, si cewek mendadak mendapatkan voucher gratis mengadakan pernikahan di gedung yang dia impikan. Namun ketika mengetahui bahwa pihak yang mengatur adalah si adik kecilnya yang notabene adalah CEO di situ, dia sedikit merasa kecewa... Karena si brondong ini belum juga melepaskan perasaannya.

"Memang, impianku adalah menikah di gedung yang mewah, bersama dengan seorang pria sukses, dengan memakai gaun indah yang mahal..."
Sambil menggenggam tangan si cewek, "Maka, kamu hanya perlu datang sejauh ini" - (maksudnya datang ke pelukan pria ini - red)

Kemudian si cewek bimbang...

Nah, bagaimanakah akhir dari kebimbangan si cewek? Apakah dia akan tetap memilih kekasihnya yang sudah bertahun-tahun dia pacari, ataukah memilih brondong yang mengejarnya dari jaman kuliah itu?

Gue ngerasa, ini film romantis bangeeetttt... Kalau kalian pengen tahu letak romantisnya, silahkan, tonton aja di sini 

Dan kalau kalian setuju ama gue kalau ni film romantis abis, let me know yah... di kolom komen.

Happy Wedding... ehh Happy Watching :D

Senin, 11 Juli 2016

Lebaran 2016

Selamat Lebaran ya.. semoga kamu-kamu gak makin "lebaran" badannya... :D :D

Yup, lebaran emang identik ama makanan enak yang melimpah ruah, bukan begitu?

Opor ayam pake ketupat atau lontong, kayaknya udah jadi menu wajib saat sanak saudara ngumpul di kampung...

Gak peduli, mau rumah nenek kita di pedalaman, susah sinyal, susah akses ke minimarket, gak ada AC, tapi kalau udah ngumpul ama sanak sodara, sepupu, kayaknya fun aja... Iya gak sih? ^_^




Lebaran juga identik ama macet pas mudik. Katanya, kalo pas mudik lebaran gak pake macet, rasanya ada yang kurang, gak afdol.

2016 ini, kemacetan luar biasa saat arus mudik ada di tol Brebes - Jawa Tengah.

Kalo gue, untuk menghindari kemacetan di jalan darat, gue pake kendaraan udara, dengan konsekuensi musti bayar mahal tiketnya. Yah, mau gimana lagi...

Sedangkan di kota kelahiran, untuk menghindari macet, motorlah jawabannya *pasang kacamata*



Lebaran bagi sebagian orang juga identik ama baju baru. Iya gak sih? Well, kalau menurut gue, itu subjektif... Tergantung ama pilihan orang masing-masing. Kalau gue sih, lebaran gak harus punya baju baru, kalo mau travelling itu baru HARUS BANYAK BELI BAJU!!! :D :D :D


So? Selamat Lebaran, 2016.
Menurut kalian, lebaran identik ama apa lagi? ^__^

Rabu, 29 Juni 2016

Berdecak Karena Kecak

#latepost


Menikmati keindahan Pulau Dewata atau Bali memang tak ada habis-habisnya, pantai, gunung, makanan, kebudayaan, dan tidak lupa tariannya. Salah satunya Tari Kecak, begitu menyaksikan secara langsung tarian terkenal ini, saya dibuat berdecak kagum.





Uluwatu adalah tempat pilihan saya untuk menyaksikan tarian khas Daerah Bali ini, selain terkesan romantis karena pertunjukkan diadakan di teater area di tebing saat jam-jam sunset, juga karena pertunjukan ini bisa kita nikmati sewaktu-waktu. Yup, pertunjukan ini sudah dikomersilkan, dan setiap kita boleh menikmatinya setiap hari, mulai pukul 16.00 Wita.




Tidak sulit untuk mendapatkan tiketnya, kita bisa memesannya langsung di tempat (dengan resiko kehabisan) atau reservasi online. Saya sih waktu itu reservasi online, selain biar dapat kepastian tiket, juga biar gak ribet aja... Waktu itu saya reservasi tiket online di sini 

Oia, untuk catatan, tiket reservasi ini belum termasuk tiket masuk ke wisata Ulawatu Temple-nya. Untuk tiket masuknya sendiri : Rp 15.000,- (belum parkir kendaraan juga)




Saat kita masuk ke area pertunjukan Tari Kecak, masing-masing akan diberikan selembar kertas yang isinya cerita dari Tari Kecak itu sendiri, jadi sebelum pertunjukan dimulai, kita bisa baca-baca terlebih dahulu, biar gak bingung ama jalan ceritanya...






So, selamat menikmati Tari Kecak... :)

Selasa, 28 Juni 2016

Bete

#@*&*(@^@*#()@&^@&@*(@

Hari ini gue bener-bener  bete deh... Bukan, bukan karena gebetan gue ditikung ama sahabat gue.. Bukan juga karena kucing depan rumah acak-acakin sampah gue (ehh itu juga dink), tapi yang ini gue BT gegara Henpon gue gak bisa ngechas!!!

Nangis di pojokan...

Jadi, entah gimana ceritanya, tu henpon tetiba gak ngechas aja gitu semalem, udah gue colok dengan berbagai gaya tetep aja gak muncul tanda petir-nya... Bete deh!

Jadi ceritanya, gue baru beli henpon berlogo buah apel seri 5S 3 bulan lalu, second sih... but ori. Nah, karena udah lewat sebulan, gue kopekin deh itu stiker garansi yang nempel... Dengan asumsi "ahh trusted lah ini toko, pasti mulus-mulus ajalah" (gue orangnya positive banget siihh hahaha).

Ehh taunya sekarang gak bisa ngecharge gitu aja... Gue puyeng... Gue BT (biar sama kek judulnya)... 

Mau klaim garansi ke tokonya, udah abis masa garansinya... 
Gue puyeng... Gue BT...

Udah gitu, orang-orang yang di sekitar gue gak ada pulak yang make henpon dengan seri yang sama, cerinya biar nyobain chargerannya, kali aja yang bermasalah kabel chargenya... Au dah, puyeng gue, BT...

Simple sih sebenernya kalo gak mau BT, cus aja ke konter henpon, pinjem charger-an, kalo bisa berarti kabel charger gue yang bermasalah, tinggal beli aja yang baru... beres! 

Masalahnya...

Ini kan hari kerja.. T.T ke konter henpon gak bisa seenak udel lo, musti ngantor dulu... Dan alhasil, henpon mati.

Gak megang henpon 24 jam itu rasanya puyeng, BT!!!

&@^%#*@()!_(#*!()!)!)(@!^&&^!&*#(!)_!@(*!)!_

Jumat, 24 Juni 2016

Manja (in) Mata

FYI : Tulisan ini late review!!!
---------------------------------

A.M.A.Z.I.N.G !!!
Satu kata yang sebenarnya tidaklah cukup menggambarkan perasaan gw ketika pertama kali snorkling dan menikmati indahnya beragam ikan hias di pesisir pantai Amed, Bali.

Kalo kata orang snorkling itu musti bisa berenang, itu hoax! Buktinya gw ga bisa berenang, tapi gw bisa snorkling, walaupun musti hati-hati sih... hati-hati jaga pernafasan, takut kesedak...

Banyak spot di pantai-pantai di Indonesia yang tentunya bagus untuk snorkling, tapi karena gw turis low-budget dan kebetulan gw stay di Bali, maka pantai Amed jadi pilihan gw untuk snorkling. Pantai Amed terletak di Bali bagian timur-utara, terletak di Kabupaten Karangasem. Saran gw kalo ke sana naik mobil aja lah, pake motor cape broo~ kecuali kalo emang kalian suka banget pake motor...

Penyewaan peralatan snorkling pun gw rasa cukup terjangkau, rata-rata 50rb udah lengkap mulai dari kacamata, pipa pernafasan, sepatu katak, dan jaket pelampung. Oiya... satu tips buat kalian, kalau mau sewa perlengkapan snorkling, gw saranin sewa yang di pinggir pantai, lebih murah dan bisa ditawar... 

Karena pake pelampung susah dapet foto nyelemnya >.< (abaikan tgl di foto)

Salah satu yang ke-capture kamera, yg ke-capture mata lebih W.O.W lageee...

Wefie #abaikantanggal

Nah untuk yang belum pernah ke Amed, kira-kira begini rutenya : dari Kota Denpasar gw saranin jalan sekitar pkl. 11.00 Wita, karena perjalanan memakan waktu sekitar 2-2,5 jam ke arah Kabupaten Karangasem. Gak usah bingung, banyak plang yang akan mengarahkan kamu ke Amed, kalau masih bingung, bisa pakai GPS alias Gunakan Penduduk Sekitar a.k.a tanya!! Hehehe :D

Jadi, kira2 kalian nyampe sana sekitar jam 13.00an, mau makan dulu atau leyeh2 dulu silahkan. Baru sekitar pkl. 15.00 wita, nyeburlah ke laut untuk snorkling. Oia spot yang biasa gw pake sih Pantai Jemeluk, gampang kok nyarinya ;)

Well, selamat bersnorkling di Amed, Bali.


The Genk

Preparing


Candid tapi sengaja sih :D

Jangan lupa ajak satu orang yang khusus mau foto2in kita :D

Abis nyelem ngantuk, krn panas, tidur ditutup pelampung gini udah enak :D

Selamat nyelem!

Spot snorkling kita yang pantai di bawah itu... 

HAPPY TRAVELLING!!!

Manado Trip

Hi fellas...
Kali ini gw mau share pengalaman gw nge-trip ke Manado, akhir Februari 2016 lalu. Sebelumnya, udah paham semua kan Manado itu dimana letak persisnya? Buat sebagian besar orang (salah satunya gw), pasti banyak yang gak begitu paham kota-kota yang letaknya di pulau-pulau bagian timur Indonesia. Contohnya gw, awalnya gw gak begitu paham Manado itu dimana, yang ada di otak gw cuma : Manado itu di Sulawesi, titik!! Tapi belum ngeh Sulawesi bagian mana, sejauh apa dari pulau Jawa (khususnya dari Jakarta, krn berangkat dari sana). Nah, baru setelah gw menginjakkan kaki di tanah seribu gereja itu, barulah navigasi gw bekerja... 


Manado dalam peta Indonesia
Mengawali perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta - Cengkareng pada subuh dini hari, karena kebanyakan penerbangan ke Manado hanya melayani penerbangan dini hari dan malam hari kalo berangkat dari Jakarta, kami satu rombongan berangkat ke Manado dengan mata masih sepet. dengan menempuh perjalan kurang lebih 3 jam, sewaktu akan mendarat di Bandara Sam Ratulangi - Manado, mata kami dimanjakan oleh pemandangan laut-hutan-laut-bukit, begitu menyegarkan.

Tempat pertama yang kami singgahi setelah dijemput oleh bis adalah : RUMAH MAKAN! Yup, selain karena memang sudah waktunya sarapan (kami tiba sekitar pk. 09.00 WITA), Manado memang sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata kuliner. Sebut saja : Nike, Bubur Manado, Es Durian, Pisang Kipas, Ikan Woku, Sambal Dabu-dabu, Sambal Roa, Nasi Kuning Saroja, Babi Putar, dll. Gimana udah ngiler? Nih beberapa kuliner yang gw santap saat di Manado, pagi itu.

Jangan lihat itemnya, itu bukan gosong, emang asli gitu, tapi rasanya .... 

Ke Manado belum nyobain Nasi Kuning Saroja? Cupu ah...
Bentuknya emg gak menarik, tapi cobain dulu.. Hmm mo nambah terus!

Btw, sorry ya ini bukan Blog Makanan haha ini cuma Blog Random yang isinya suka-suka gw... :D


Ikan Woku
Sate Ragey yang potongannya guede-guede.. Sttt ini Babi lho :P



Review gw soal Manado : Manado kota kenyang! Gimana enggak, wisata kuliner dari yang h4r4m maupun halal ada... pernah denger lelucon orang Manado yang gini "Semua kaki bisa dijadiin makanan ama orang Manado, kecuali kaki meja", maksudnya sih orang Manado pinter masak, kulinernya macem-macem, lidah Indonesia banget lah...

Selain mencicipi kuliner di kota Manado, kami juga pergi ke Tomohon, ke Patung Yesus Memberkati, menikmati kopi tradisional di Kawangkoan, dan membeli oleh-oleh di Kawanua.

Sayangnya sewaktu di sana gw gak sempet wisata bahari :( jadi belum deh itu ngerasain Bunaken dan laut-laut lainnya, hiks T.T

But anyway, wisata kuliner cukuplaaahhh...


Jadi? Yuk travelling!! #akucintaIndonesia 

Setelah sekian lama, akhirnya gw makan RW, itupun karena dijebak, tapi enak :D

Bersama rombongan berkunjung di Monumen Kota Tomohon
Kopi tradisional ala Kawangkoan

Masak aernya masih kek gini *Kopi Kawangkoan

HAPPY TRAVELLING!!!





Senin, 06 Juni 2016

Anak Manja


"Sesungguhnya tidak ada anak yang manja. Yang ada hanyalah anak yang dimanjakan Orangtuanya"

Anak yang lahir dan tumbuh dalam keluarga yang serba ada, penuh kasih sayang tetapi kurang disiplin, menghasilkan anak manja. Semua keinginan mereka relatif terpenuhi berlimpah.

Ada banyak alasan orangtua memanjakan anak. Di kota besar alasan klasik adalah orangtua kasihan dengan anak yang ditinggal sendirian di rumah hanya dengan pembantu. kesibukan kerja membuat mereka lebih mengikuti kemauan anak. Pemanjaan sebagai jalan mengatasi rasa bersalah. Semua fasilitaspun disediakan.

Sementara itu ada orangtua yang tegoda memanjakan anak karena trauma dengan masa lalunya yang sulit dan pahit. Hidup dalam kemiskinan (ortu) yang menyakitkan. Setelah dia menjadi "orang" alias kaya, dia mau anaknya senang. Fasilitas diberikan secara berebihan.

Tak jarang anak sampai taraf duduk di SMP, untuk membuat minumanpun selalu sang Ibu atau pembantu yang menyediakan. Mengangkat tas ke mobil, dan sebagainya ada supir. Akibatnya anak tidak mandiri. Daya juangnya tidak bertumbuh.

Harga diri mereka pun relatif rendah. Sebab harga diri mereka dibangun atas apa yang mereja miliki (secara lahiriah) bukan pada karakter dan nilai hidup yang sehat. Penyebab lainnya adalah hubungan batin dengan orangtua tidak terbangun, sehingga mereka cenderung menjadikan teman sebagai sarana curhat dan menghabiskan waktu. Jika mereka bertemu dengan teman yang salah, mereka mudah tersesat dalam pergaulan yang buruk. Apalagi jika mereka diberi uang jajan berlebihan.

Akibat dimanjakan, daya tahan stres merekapun tidak terbangun dengan baik. Tantangan dan kesulitan menjadi barang mewah bagi anak yang dimanjakan ini. Hingga masa remaja mereka tidak cakap membedakan mana itu keinginan (wants) dan kebutuhan (needs).

Dalam pengalaman kerja di beberapa pusat rehab dan depresi, kami menemukan banyak dari remaja tersebut besar dengan dimanjakan. Mereka tidak cakap mengelola konflik saat berada di bangku SMP dan SMU. Mereka mulai menghadapi pelbagai kesulitan yang mereka tidak jumpai di rumah. Apalagi saat menjumpai orangtuanya mulai keras dan kasar, tidak seperti dia masih duduk di sekolah TK dan SD.

Akibatnya anak mudah stres, marah dan frustasi, dan obat (narkoba) yang ditawarkan teman mereka rasakan mampu meredakan konflik batin tersebut. Meski mereka mungkin tidak sampai menggunakan narkoba, daya juang mereka relatif rendah. Ini mempengaruhi prestasi studi dan jenjang karir. Tidak sedikit mereka berpindah-pindah kerja hanya dengan alasan tidak enak dan tidak cocok dengan rekan sekerja.

Sebagai penutup tulisan ini, Penulis mengajak kita memikirkan hal ini. Bahwa hal yang menyiksa hidup (anak) kita sesungguhnya bukanlah kesusahan tetapi justru kesenangan (berlebih). Mereka yang terbiasa dengan kesenangan, (sering) merasa tak pernah puas dengan kesenangan. Saat kesusahan datang dia bingung bukan kepalang serta sulit bersyukur. Mudah stres dan mencari jalan pintas, seperti drugs hingga mencelakakan diri.

Sedangkan mereka yang tebiasa hidup dengan disiplin dan hidup dengan kesusahan, justru lebih tahan banting dengan kesusahan. Mereka mudah terhibur dan menghargai kesenangan meski hanya sedikit. Mereka tertantang mengejar kesenangan (kesuksesan) secara sportif, bukan dengan jalan pintas karena fasilitas orangtua mereka. Bagi mereka kesulitan justru menjadi pemicu untuk maju dan bertumbuh. Ketika sukses mereka menghargai proses lebih dari pada hasil.

Semoga kita diberi hikmat, kasih dan kebijaksaan mengasuh anak-anak titipan-Nya. Terhindar dari perilaku yang bisa menjadi "penyiksa" anak-anak dengan memanjakan mereka secara berlebihan.

Repost dari tulisan : Dr. Julianto Simanjuntak
(Penulis 19 Buku Konseling, Pendiri Yayasan LK3 & Pembina Pelikan Network)


Selasa, 09 Februari 2016

Left or Right (?)

"Hayo... Kalau salaman pakai tangan manis dong, nak..." - Ibu Isna kepada anaknya yang berumur 3 tahun.


"Eh, mana tangan manisnya?" - Bunda Rika ketika hendak memberikan kue ke putrinya.

"Abel...kalau makan pakai tangan manis ya..." - Ayu kepada ponakannya yang berumur 3,5 tahun.

Dalam budaya Indonesia, memakai tangan kiri untuk melakukan aktifitas masih dianggap tidak baik, tidak sopan atau tabu bagi sebagian besar orang. Sampai ada sebutan tangan kanan itu "tangan manis" tangan kiri itu "tangan jelek". Padahal Tuhan menciptakan kita sempurna dari ujung kepala sampai ujung kaki.



Hal ini menjadi sorotan beberapa orangtua khususnya ibu dalam mendidik putra/i mereka sedari kecil, dengan "memarahi" putra/i mereka jika melakukan aktifitas dengan tangan kiri. Kecenderungan anak untuk menggunakan tangan kiri masih dianggap tidak "normal" dalam masyarakat Indonesia. Hal tersebut bisa dipahami berkaitan dengan kultur yang diyakini dalam masyarakat kita bahwa tangan "manis" adalah tangan kanan.

Sesungguhnya, kecenderungan penggunaan tangan merupakan hal yang sangat wajar. Penggunaan tangan menunjukkan belahan otak sebelah mana yang aktif pada seorang anak. Belahan otak kiri mengatur kemampuan logis dan spasial yang akan digunakan, misalnya pada saat anak memahami ruang, bentuk, hal-hal matematis, dll. Penggunaan tangan kanan mengaktifkan belahan otak kiri. Belahan otak kanan mengatur kemampuan yang bersifat kreatif, emosi dan bahasa. Penggunaan tangan kiri yang aktif akan mengaktifkan pula fungsi belahan otak kanan.

Kecenderungan penggunaan tangan juga menunjukkan kekuatan otot dan keterampilan jari-jemari pada seorang anak. Sehingga bisa dipahami bila anak merasa lebih nyaman menggunakan tangan tertentu agar aktifitas yang dikerjakannya berhasil dengan maksimal.




Menimbang penjelasan di atas, sangat disayangkan bila kita memaksa anak untuk mengganti kecenderungan penggunaan tangannya. Dikhawatirkan, perlakuan itu justru membuat potensi anak tidak bisa aktual.

Di saat yang sama, anak kita membutuhkan penerimaan dari orang dewasa maupun teman-teman di sekitarnya berkaitan dengan nilai budaya yang sudah ada. Sebagai jalan tengah, anak bisa kita dorong untuk menggunakan tangan kanannya dalam situasi sosial, misalnya bersalaman dengan orang lain, makan bersama-sama dengan orang lain.




Kita juga perlu berhati-hati dengan pilihan kata. Misalnya bila anak lupa, cukup katakan "Salaman pakai tangan kanan, ya". Hal ini agar anak memahami bahwa semua tangan baik dan bermanfaat, tidak ada tangan manis dan tangan jelek. Bila dalam konteks yang berkaitan dengan ekspresi diri, misalnya menggambar, bermain, berolahraga, menulis, biarkan anak menentukan sendiri penggunaan tangannya.

-- disadur dari : Buku "Tanya-Jawab Problema Anak Usia Dini Berbasis Gender"
oleh Elga Andriana --

Kamis, 04 Februari 2016

Jangan di-Koprek

Ngakak dulu deh :))))

Ini tentang isi blog gw, pas gw koprek dari awal tulisan gw, cuma satu reaksi gw : gw alaaayyyy :)))

Mulai dari gaya penulisan, pemilihan kata, gaya bahasa... errr ~ rasanya pengen ngeblok!!!
Eits... gw mau umumin : GW GAK BAKAL HAPUS POSTINGAN-POSTINGAN AWAL GW!!!
Karena eh karena itu adalah karya asli, karena itu.. gw!!!

Segi positifnya adalah gw sekarang masih berminat untuk nulis, menginspirasi orang melalui tulisan adalah impian gw. Jadi kalau sekarang tulisan gw udah mulai 'enak' dibaca, bukan berarti dulu gw gak pernah nulis tulisan yang 'enek' buat dibaca (emm semoga kalian ngerti maksudnya yah :D)

Tapi, plis... jangan ngoprek tulisan-tulisan gw di tahun-tahun yang lampau yahh... kalau kalian masih nekat ngoprek, siapin kantong plastik gih, kali kali tar mual trus muntah gitu. :P *nyahahahaha

Selamat berkarya...


(Late) Welcome 2016

Welcome 2016

Wew... udah menginjak kalender baru. Dan gw secara resmi juga memulai lembaran baru hidup gw. Tempat tinggal baru, kota baru, pekerjaan baru, komunitas baru, orang-orang baru, lingkungan baru, semua baru...

Gak tau musti sedih atau seneng, di satu sisi meninggalkan "kehidupan" di kota lama, sedihlah pastinya. Gak bakal (sering) ketemu mereka lagi, gak bakal nikmatin rutinitas yang biasanya lagi. Kota yang ditinggali 8 tahun terakhir ini. Tapi di sisi lain seneng juga, mencoba "kehidupan" baru, petualangan baru, mengeksplore sesuatu yang baru, menantang diri sendiri untuk hal-hal yang baru.

Dan... ini sudah hampir sebulan gw di kota baru. Belum belum, belum sampai ke kesimpulan : betah/tidaknya... masih menikmati, masih mengeksplore, masih menjajaki... 

Happy New Year buat kita semua, oia bentar lagi Imlek, Happy Chinese New Year too ... 


Apa cerita barumu di Tahun Baru 2016 ini? #letsshare