Pagi ini, pas alarm HP gue bunyi, seperti biasa gue yang masih ngantuk, ngintip dikit layarnya untuk mencet tombol "snooze" ... Tapi, saat itu juga sekelebat pesan yang masuk ke HP terbaca... Dari mama... tertulis : "hati-hati, semalem aku mimpiin kamu merit". Antara haru dan geli sih, haru karena (mungkin) di alam bawah sadar mama, mama pengen anak bontotnya ini cepet merit, tapi geli juga... merit?? Whaaatt?? Hahahahaha #pacar mana dulu Ma *nangis di pojokan T.T
Wuuusss... STOP BAPER!!!
Gitu aja soal mimpi mama gue... Gak usah dibahas!!
Eia gue sendiri yang bahas yak tadi... Muahahahahaha :D
Ngomongin soal merit, pastilah semua cewe pengen merit... (yah cowo juga sih), tapi gue lebih mau ngomongin sisi cewe...
Dan taruhan, cewe-cewe di seantero jagat raya bumi tercinta ini pasti punya konsep wedding impian, misalnya : mau indoor/outdoor, gaya tradisional/modern, eropa/adat, dll
Tapi gak sedikit juga mereka mengubur impian itu karena beberapa alasan : waktu, persetujuan keluarga, dan alasan yang paling klasik tapi bener adanya : FINANSIAL...
Yahh... apa daya wedding impian hanyalah impian jika rekening bank tidak mendukung...
Ini, cerita tentang seorang cewe kantoran yang umurnya udah gak muda lagi. Anggap saja sekitar kepala 3-an. Sudah berpacaran lama sama kekasihnya... sejak mereka masih duduk di bangku kuliah. Saat ini mereka sedang mempersiapkan pernikahan mereka, ketika dalam benak si cewe muncul pertanyaan besar untuk kekasihnya : "Kenapa kamu menikahi-ku?"
Sang lelaki, yang notabene adalah seorang Ketua Tim Manajer salah satu perusahaan asuransi tidak pernah mau memberikan jawaban atas pertanyaan kekasihnya itu, jangankan memberikan alasan/jawaban, bersikap romantis saja tidak, malahan ditinggal tidur...
Agak jengkel dengan sikap kekasihnya ini, si cewek memutuskan untuk pergi ke salah satu gedung mewah di kota itu yang biasanya dipakai orang-orang "kelas atas" mengadakan pernikahan. Terkagum-kagum dengan pelayanan di sana, si cewek antusias untuk menanyakan harga sewa gedung jika ingin mengadakan pernikahan di sana.
Kaget dengan "harga spesial" yang diberitahukan, si cewek mengatakan tidak mau yang spesial, maunya yang harga biasa, yang paling standart... Makin kaget dengan penjelasan, bahwa "Harga Spesial" adalah harga yang paling murah, yang paling standart...
Dengan malu-malu, si cewek pun pamit, namun ketika melintasi ruang fitting baju pengantin, dia tertegun melihat sebuah gaun terpajang di sana... Ingin sekali mencobanya..
Karena ukuran tubuh si cewek sedikit besar, susah payah petugas fitting dress mengancingkan bagian belakang gaun tersebut. Namun demikian, si cewek terlihat sangat cantik dengan gaun itu. Dan tepat saat itu, lewatlah seorang laki-laki lain, yang memandang si cewek dengan tatapan kagum, terpukau akan kecantikannya.
Dengan malu-malu karena diperhatikan orang asing, si cewek mengatakan ke petugas fitting bahwa dia ingin berganti pakaian. Saat itu laki-laki asing menyapa namanya... Kaget, tentu saja, tapi beberapa detik kemudian si cewek menyadari bahwa dia-pun mengenal lelaki tampan yang berdiri di depannya itu.
Dia adalah adik kelasnya sewaktu di bangku kuliah yang terus menerus mengejar si cewek, namun karena si cewek lebih tua, tentu saja si cewek selalu menganggap laki-laki itu hanyalah seorang adik kecil... Walaupun, sekarang penampilan "adik kecil"-nya itu sudah seperti pria dewasa, namun si cewek masih sedikit menganggap bahwa dia tetaplah "anak kecil"
Sejak pertemuan itulah, lelaki ini semakin sering menghubungi si cewek, dan kembali menunjukkan sinyal-sinyal bahwa dia masih mempunyai perasaan yang sama seperti saat masih di bangku kuliah dulu. Membuat si cewek yang sedang galau menghadapi persiapan pernikahan semakin galau... Apalagi ketika tahu bahwa pria ini adalah CEO dari perusahaan pemilik gedung pernikahan impian si cewek yang sebelumnya dia pernah tanyakan.
Tanpa si cewek ketahui ada pihak yang mengaturnya, si cewek mendadak mendapatkan voucher gratis mengadakan pernikahan di gedung yang dia impikan. Namun ketika mengetahui bahwa pihak yang mengatur adalah si adik kecilnya yang notabene adalah CEO di situ, dia sedikit merasa kecewa... Karena si brondong ini belum juga melepaskan perasaannya.
"Memang, impianku adalah menikah di gedung yang mewah, bersama dengan seorang pria sukses, dengan memakai gaun indah yang mahal..."
Sambil menggenggam tangan si cewek, "Maka, kamu hanya perlu datang sejauh ini" - (maksudnya datang ke pelukan pria ini - red)
Kemudian si cewek bimbang...
Nah, bagaimanakah akhir dari kebimbangan si cewek? Apakah dia akan tetap memilih kekasihnya yang sudah bertahun-tahun dia pacari, ataukah memilih brondong yang mengejarnya dari jaman kuliah itu?
Gue ngerasa, ini film romantis bangeeetttt... Kalau kalian pengen tahu letak romantisnya, silahkan, tonton aja di sini
Dan kalau kalian setuju ama gue kalau ni film romantis abis, let me know yah... di kolom komen.
Happy Wedding... ehh Happy Watching :D