Jumat, 08 Juli 2011

Nadya vs Adit

hari ini seperti biasa Nadya mengerjakan tugas kantornya
mengetik, mengedit, ngeprint, ga ada yang lain..
hanya sekali waktu dia pergi ke kamar mandi hanya untuk sekedar mencuci tangannya yang terkena tinta print..
dan hari ini dia harus membayar jam kerjanya hari kemaren karena kemaren dia udah bolos dari kantor
alhasil Nadya udah duduk manis di depan meja kerjanya semenjak siang.

tiba2 Nadya mendengar suara orang ribut diluar kantornya..
tak ada feeling apapun, Nadya hanya menganggap itu mungkin orang2 kantor yang sedang berbincang2
sampai... Nadya merasa ada yg sedang mengintipnya bekerja...pas dia memastikan siapa... tiba2 sosok itu menghilang ... dari situ Nadya langsung  tersadar... Adit!! dan cepat2 dia menutup pintu kantornya, untuk menghindari bertemu muka dengan lelaki yang selama ini sudah sukses membuat jungkir balik hatinya, perasaannya, kehidupannya...

terlintas kembali dalam benak Nadya, saat pertama mereka bertemu... saat mereka kemudian bersama2 selama 3 tahun belakangan ini... saat2 sedang tidak punya uang sehingga mereka pun harus berbagi uang dan makan, saat2 Nadya sedang sedih, ada Adit yang menemani... saat2 Nadya butuh teman berbagi, Aditlah jawabannya...saat susah..senang... Tapi itu hanyalah berlangsung tidak lama, sampai akhir2 ini, ketika mereka benar2 deket...dan Nadya menyadari Adit tidak hanya seorang kakak belaka, tapi ada yang berbeda di hati Nadya... beberapa waktu lalu, Nadya sudah berani mengambil keputusan untuk memendam perasaannya itu, karena Nadya sadar betul, Adit hanyalah menganggapnya sebagai seorang adik. Sampai... suatu hari Adit membuat Nadya salah paham, dan menganggap Adit sedang memberikan harapan kepadanya...
Care...hangat...tertawa...cerita...canda...
sampai Nadya menganggap ini hanyalah mimpi..dan dia berharap tidak bangun dari mimpi ini, karena dia sangat senang, damai, indah... tapi dia harus tahu apakah ini nyata atau hanya sebuah mimpi...
Nadya memberanikan diri bertanya, hubungan apakah yang sedang mereka jalani kini??
namun tak ada jawaban... sampai sekarang...
dingin...cuek..saling menghindar...saling buang muka...tidak bicara...diam...

tiba2 Nadya ingin ke kamar mandi, dia kebelet pipis...
melihat kerjaannya udah kelar...dia mulai menutup semua jendela di layar komputernya dan mematikannya...
dengan gerakan cepat dia merapikan kursi dan melepas jam tangannya, karena Nadya gak mau jamnya basah kena air...
Ketika membuka pintu...kaget...ada Adit sedang jalan kearahnya...hanya ada mereka berdua di lorong ini... Nadya kaget, bingung, harus pasang muka seperti apa... dengan berani dia menatap wajah Adit... dingin, cuek, gak peduli, itu yang tergambar... dan Adit berlalu begitu aja melewati Nadya ...
Cepat2 Nadya masuk toilet... sedih... itu yang langsung terasa di dada Nadya... sesak... panas... dan air mata Nadya jatuh ... tersedu2 dalam kamar mandi jika Nadya mengingat kejadian tadi... Adit benar2 tidak lagi mau menyapanya... melihatpun dia tak mau...
"sebegitu parahkah hubungan kita?? kenapa untuk menyapaku pun kamu gak berani?
apakah aku pernah berbuat salah padamu? jika iya, ayo katakan,, jangan seperti ini...
aku sudah sangat capeek sekali dengan hubungan kita... kasih penjelasan ... 
aku memang menyukaimu..tapi aku bukan lagi anak SMA yang kalo cintanya ditolak akan mati. tidak...bukan.. setidaknya aku akan menghargai km kalo dengan jantan kamu datang dan kita berbicara baik2, aku sudah pernah meminta waktu untuk hal itu.. tapi kamu tidak meresponnya...
kenapa?? ada yang salah?? 
setidaknya... ingatlah dulu kita pernah susah bareng... apakah gak bisa hubungan kita membaik seperti dulu?? aku sedih... dadaku rasanya sesak setiap aku melihatmu... kamu bisa tertawa lepas diluar sana bersama yang lain... tapi kenapa km membiarkan tawa itu terkunci untukku??"